Sunday, 15 April 2018

BLOGTOUR, BOOK REVIEW | BABY DADDY - DAHLIAN


Judul Buku : Baby Daddy
Penulis : Dahlian
Editor : Alit Tisna Palupi
Proofreader : Rinandi Dinanta
Desainer Sampul : Dwi Anissa Anindhika
Penata Letak : Gita Mariana
Penerbit : Roro Raya Sejahtera
Tebal Buku : iv + 424 halaman
Cetakan Pertama, Desember 2017
ISBN : 978-602-61138-8-7

KETIKA AKU MEMPERTANYAKAN CINTA, KAU HADIR SEBAGAI JAWABAN

B L U R B

APA KAMU TAHU BAYI CUMA BISA MENANGIS, TIDUR, DAN BUANG AIR?

Bukan sekali dua kali Bramasta hampir ingin melambaikan bendera merah putih karena pengetahuannya yang kelewat minim tentang merawat bayi. Meskipun begitu, satu hal yang pasti, dia tak akan menyerah demi Dona -Baby D-nya.

Ketika menemukan bayi itu tergeletak menangis dalam keranjang depan rumah, dia bersumpah tak akan membuat Baby D merasa terbuang seperti masa kedilnya dulu. Namun, di sisi lain, Bramasta juga sadar dirinya butuh bantuan ... meskipun itu berarti dia harus minta tolong ke tetangga barunya yang sangat menyebalkan.

BABY D IMUT DAN MENGGEMASKAN SEKALI.
DADDY-NYA? NOT SO MUCH!

Kaynara meyakinkan dirinya kalau dia mau repot-repot membantu seperti ini hanya karena Dona -bukan Bramasta. Untuk waktu yang cukup lama, dia merasa ambisi Bramasta merawat Baby D itu kelewat konyol. Namun, hari demi hari, Bramasta terus memperlihatkan keteguhannya. Hanya dengan belajar sebentar saja, dia segera terampil mengganti popok Baby D, memandikannya, bahkan mengendongnya hingga berhenti menangis.

Meski begitu, masih ada sejumlah pertanyaan yang mengusik Kaynara sampai sekarang: siapa orangtua Baby D sebenarnya? Benarkah memang bukan anak Bramasta seperti pengakuannya selama ini? Ada lagi pertanyaan yang lebih penting: kenapa dadanya berdesir setiap kali berada di dekat Bramasta dan Baby D? Apakah benar ini hanya kekaguman atau spektrum perasaan lain yang enggan Kaynara akui?

K I L A S   B A L I K


Menurut Kaynara, Bramasta itu adalah seseorang yang menyebalkan, suka seenaknya sendiri, dan brengsek, plus berantakan juga. Terbukti dengan sifatnya yang membuang sampah seenaknya, padahal tinggal buka penutup sampah apa susahnya sihh. 

Menurut Bramasta, Kaynara itu menyebalkan. Suka main perintah ini-itu sesukanya sendiri. Membuat Bram serasa hidup di kamp militer dengan perintah-perintah yang tak boleh dibantah. Nggak salah dong kan, kalau di awal-awal Bram mengira kalau Kaynara itu adalah pengurus rumah tangga sebelah yang sialnya punya pengetahuan yang diluar perkiraan Bram.

Namun, semua persepsi di antara keduanya berubah setelah kedatangan tiba-tiba sosok bayi perempuan yang tergeletak di depan pintu rumah Bram. 

"Kehidupan adalah miliknya, bukan milik orang lain. Ia tidak akan membiarkan omongan negatif apa pun -yang kemungkinan akan muncul- mengenai dirinya memengaruhi keputusannya merawat Dona." - hal. 88

Bram tidak ingin Baby D mengalami hal yang serupa seperti hidupnya. Bram berjanji pada dirinya sendiri akan merawat dan membahagiakan Baby D, apapun yang akan terjadi nantinya. Walaupun Bram tidak mengerti cara mengurus bayi, tapi dia percaya selama ada tetangganya Kaynara -yang baru diketahuinya belakangan adalah seorang dokter anak- maka Bram dan Baby D akan baik-baik saja.

Kaynara tidak habis pikir dengan Bram yang bersikeras ingin merawat dan bertanggung jawab atas Baby D, padahal jelas-jelas itu bukan anaknya (kata Bram), atau mungkin itu memang anaknya dari salah satu dari sekian mantan-mantannya dulu? Tapi nggak mau diakuinya?

Melihat cara Bram merawat dan mau bersusah payah belajar mengurus Baby D dari nol membuat Kaynara takjub akan kelihaian dan keseriusan Bram. Kasih sayang yang diberikan Bram pada Baby D membuat persepsi Kaynara terhadap Bram berubah.

Sosok bayi perempuan yang diberi nama Dona (dipanggil Baby D) sangat menggemaskan. Membuat Kaynara rela mau repot-repot membantu Bram untuk memberinya pelajaran dadakan terkait pengurusan bayi secara baik dan benar.


Baca juga yaa...


Buku kedua dari penulis yang aku baca setelah Accidental Father. Yang menurut aku dibuku kedua ini nggak beda jauhlah sama tema yang diangkat, sama-sama tentang bayi. Bedanya dibuku AF Dominique belum punya bayi (baru mau dibuat, hahah) nah kalau di buku Baby Daddy ini bayinya sudah ada, tinggal cara Bram ngurusnya saja ☺☺☺

Baby Daddy ini diceritakan dari sudut pandang orang ketiga secara bergantian antara Kaynara dan Bramasta. Melalui sudut pandang ini juga kita sebagai pembaca bisa ngerasain bagaimana kalang-kabutnya Bram untuk pertama kalinya harus ngurus bayi yang masih berumur dalam hitungan hari. Walaupun di bantu sama Kaynara, tetap saja ada rasa tidak tega. Apalagi di saat Kay menyuruh Bram untuk membangunkan Baby D karna sudah waktunya minum susu, hahahah ☺☺☺ rasanya pengin ketawain Bram, yang diluarnya boleh macho tapi kalau sudah berhadapan dengan bayi umur dan kelakuannya patut dipertanyakan 

Yang membuat aku salut dengan ide ceritanya penulis kali ini adalah, risetnya tentang perawatan (mengurus) bayi yang dari dasar dan juga profesi. Aku saja nggak tau-menahu perihal sentil kaki bayi salah satu dari cara untuk membangunkan si bayi. Membaca buku ini kita bukan hanya mendapatkan kisah romance yang bukan bikin gregetan tapi ngeselin,  tapi juga bisa menambah wawasan pengetahuan kita perihal tentang bayi dan perawatannya juga dari hal-hal yang mendasar. Cocok bangetlah kalau buku ini dibaca sama ibu-ibu yang baru melahirkan, juga yang lagi-laginya kerepotan sama pengurusan bayi.

Untuk karakter tokoh utamanya, Bramasta yang punya masa lalu kelam termasuk sosok yang idaman. Walaupun punya kepercayaan diri yang kurang karena sudah pernah di tolak oleh keluarga mantannya karena masa lalunya membuat Bram galau akut. Di bagian ini aku bisa paham sihh, gimana perasaannya Bram. Apalagi di zaman sekarang, banyak sebagian keluarga yang lebih memandang bibit-bebet-bobot untuk mencari pasangan anaknya, walaupun ada juga yang nggak. Lebih ke pribadinya cowoknya saja. 
Menjadi sosok Kaynara ini tidak mudah loh. Walaupun sukses dibidang karir tapi nggak sukses di jodoh. Punya ibu yang overprotektif pada anak gadisnya, sampai ke pacaran pun di larang (tapi bagian ini aku setuju sama ibunya Kay), bahkan di saat anaknya sudah berumur kepala tiga ibunya malah makin meracau. hahahha

Selain tokoh utamanya, aku juga suka sama karakternya Rafka (adiknya Kaynara). Sosok adik yang kadang nyebelin tapi juga ngangenin. Gimana nggak ngangenin, walaupun nyebelin Rafka ini tipe-tipe yang ngerti posisi kakaknya yang sudah dikejar deadline untuk menikah, heheheh. Oiya, selain tentang bayi dan profesi dokter, di dalam buku ini juga dibahas bagaimana Kaynara menghadapi sosok angker (julukan dari aku) ibunya. Gimana nggak angker coba, umur udah lewat kepala tiga tapi anak gadis malah masih betah sama kejombloannya, apa nggak kalang kabut ibunya menawarkan anak gadisnya pada teman-temannya yang punya anak laki-laki yang sudah matang, yang siap dinikahi ☺☺☺ Menjadi anak perempuan satu-satunya ada enaknya dan ada nggak enaknya juga, wkwkwk...

Overall, rekomendasi banget buku Baby Daddy ini buat kamu yang menyukai romance yang 'ngeselin', yang pengin kenalan sama Baby D yang imut dan ngegemesin, dan tentunya yang ingin menambah wawasan seputaran bayi, wajib baca buku ini ☺☺☺

"Semua orang punya sejarahnya sendiri-sendiri. Baik atau buruk sama sekali bukan masalah. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya. Kesalahan adalah sebuah pembelajaran." - hal. 411

R A T I N G


Seperti biasa, blogtour dari Twigora pasti ada challenge untuk setiap host blogtour-nya. 
Kali ini setiap host harus foto dirinya bersama boneka.

Dan tadaaa......
Inilah aku bersama boneka ala aku si Bule☺☺






Berhubung aku nggak punya boneka yang bisa diajak foto bareng, jadi si bule yang aku ajak kencan... 
Foto pertama masih nurut jadi anak baik-baik, nah giliran yang kedua, udah mulai nggak betah (mulai nyadar kali ya). Padahal di ajak motret untuk edisi majalah Baby Daddy bersama Baby D, hahahah

1 comment:

  1. wah itu boneka kucing hidup ya, jadi lebih real hahahaaa

    ReplyDelete