Saturday, 2 December 2017

BOOK REVIEW | PERFECT ROMANCE - INDAH HANACO


Judul Buku : PERFECT ROMANCE
Penulis : Indah Hanaco
Editor : Afrianty P. Pardede
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 312 halaman
Terbit : Juli 2017
ISBN : 978-602-04-3391-2

BLURB 

Apa yang terjadi ketika pagi seorang playboy dihancurkan oleh kehadiran sebuah "paket" tak terduga? Paket spesial itu berupa seorang bayi menggemaskan ditinggalkan begitu saja oleh salah satu mantan kekasihnya. Tapi, si pria yang nyaman bergonta-ganti pasangan ini menyangkal mati-matian kalau bayi itu darah dagingnya dan mengaku masih perjaka. Wah!

Akan tetapi, kehadiran bayi ini tanpa terduga sudah mengubah dunia sang playboy. Dengan cara yang absurd, dia malah jatuh cinta dan bertekad ingin membesarkan bayi itu. Pertanyaan terbesarnya, mampukah seorang pria yang terbiasa hidup bebas menjalankan peran sebagai ayah yang bertanggung jawab?

Lalu, seorang perempuan yang baru saja melewati pernikahan yang buruk, memasuki hidupnya juga. Dengan sang bayi menjadi penghubung mereka berdua, cinta pun menjadi mustahil bisa terus-terusan disangkal. Ketiganya, dengan cara dan kisahnya sendiri, melengkapi satu sama lain.

Inilah kisah romansa sempurna Taura Ishmael dan Inggrid Serafina.

Kilas Balik Perfect Romance

“Aku sudah pernah mengingatkanmu, kan? Suatu ketika kebiasaanmu gonta-ganti pacar itu pasti akan membuatmu kena batunya. Nah, sekarang terbukti sudah!” (hlm. 10)

Taura Ishmael dikenal karena sifatnya yang playboy dan juga satu-satunya penerus Ishmael yang pembangkang. Hingga disuatu pagi ia dikejutkan dengan suara lengkingan ibunya yang tiba-tiba sangat merusak waktu tidurnya, karena kedatangan bayi mungil nan cantik yang dititipkan di satpam rumahnya oleh salah satu mantannya, Agnez.

“Bagaimana mau punya bayi kalau aku ini masih perjaka, Ma?” (hlm. 6)

Satu pengakuan dari Taura tidak membuat keluarganya percaya, terutama Ibunya. Akhirnya Taura pun memutuskan untuk melakukan tes DNA demi kemaslahatan dan ketenangan bathin bagi keluarga dan dirinya sendiri. Hingga hasil yang membuktikan semuanya pun membuat lega dan Taura berniat mencari keberadaan Agnez atau pun keluarganya agar ia bisa mengembalikan Malena (nama bayi tersebut). Hingga sebuah informasi tentang keluarga dan kehidupan Agnez yang mengejutkan membuat Taura mulai bimbang dengan niat awalnya, ditambah lagi dengan tiba-tiba kelakuan ajaib dari Malena membuatnya mengambil satu keputusan nekat selama hidupnya.

“Ma, aku tidak akan menyerahkan Malena kepada siapa pun. Minimal sampai Agnez datang untuk mengambilnya. Selama itu, aku yang akan merawatnya….” (hlm. 59)

Tanpa persetujuan dari Ibunya, Taura nekat merawat Malena seorang diri dengan bantuan Aida (pembantu di rumah keluarganya) dan tinggal di apartemen. Saat ingin meminta bantuan adik iparnya untuk segala keperluan bayi, Taura bertemu dengan Inggrid, sahabatnya Dominique  yang nyatanya bersedia menemani Taura untuk belanja kebutuhan bayi (menggantikan Dominique) dan ternyata pengetahuan Inggrid tentang semua hal tentang bayi sangat menakjubkan bagi Taura.

Inggrid merupakan sahabatnya Dominique (adik iparnya Taura) yang sedang bersedih karena sudah bercerai dengan suaminya yang baru 8 bulan, bahkan keluarganya sendiri mengusirnya dari rumah karena menganggapnya telah mencoreng nama baik kelurga dengan memilih bercerai dengan suami tanpa mau menjelaskan ada apa sebenarnya.

Hingga suatu hari, Taura menawarkan agar Inggrid tinggal di sebelah apartemennya dan mulai sejak saat itu keduanya pun semakin terlihat dekat dan juga mulai tumbuh benih-benih romansa warna-warni. Apalagi di tambah dengan kehadiran Aileen (nama yang dipilih oleh Taura – Karena ia tidak suka dengan nama Malena) yang menghubungkan keduanya. Apalagi sangat terlihat dan lihainya Inggrid dalam merawat dan mengurus semua keperluan Aileen selama mereka tinggal berdekatan. Bahkan Aileen pun mulai memanggil Inggrid dengan sebutan Mama .

“Coba katakan satu alasan yang paling masuk akal, kenapa kita tidak menikah saja?” (hlm. 155)

Taura yang sebelumnya sangat anti dengan sebuah komitmen apalagi dengan pernikahan, tiba-tiba dengan sangat mengejutkan malah mengajak Inggrid untuk menjalin hubungan pernikahan dengan alasan semuanya demi kebaikan Aileen.

“Menikah itu bukan persoalan yang sederhana, Taura! Bagaimana kalau Agnez datang dan mengambil Ailee? Apakah pernikahan masih jadi pilihan yang masuk akal?” (182)

Di saat mereka mulai menyusun rencana-rencana untuk masa depan terutama pernikahan, semuanya terpaksa lagi-lagi harus dikesampingkan karena tiba-tiba kedatangan Agnez yang membawa pergi Aileen dan hal itu sangat berdampak bagi Taura terutama. Kejadian itu pun seakan membuatnya lupa akan kehadiran Inggrid di sisinya, belum lagi dengan restu Ibunya yang sangat protektif terhadap anak-anaknya terutama dalam pemilihan calon menantu.

“… aku makin tidak yakin dengan masa depan kami.” (277)

Perfect Romance by Indah Hanaco

Di saat aku sedang mengalami reading slump yang sangat parah ditambah dengan cuaca yang enaknya hanya dinikmati dengan tidur-tiduran saja tanpa melakukan kegiatan apapun dan hampir menyerah dengan semua bacaan yang tidak membangkitkan kembali minat bacaku, Perfect Romance mengembalikan semuanya yang hilang di dalam diriku. Yupp, berhubung aku penyuka romance, dengan gaya dan ciri khasnya kak Indah dengan semua cerita romance-nya yang tidak usah diragukan lagi, bisa memperbaiki mood baca aku (aku sangat berterima kasih dengan kisah Ibu peri dan Ayah paling seksi ini).

Perfect Romance, dilihat dari judulnya sudah terlihat komplit dan perfect dari semua konfliknya yang ringan tapi mampu membuatku berdebar-debar menanti apa yang akan terjadi dan bagaimana selanjutnya yang akan terjadi. Seorang Taura Ishmael yang hidupnya sangatlah santai tanpa beban tiba-tiba harus dihadapkan dengan seorang bayi yang secara tidak langsung menjadi tanggung jawabnya. Inggrid dengan pernikahan dan masa lalunya yang membuatnya trauma untuk menjalin kembali sebuah hubungan dan komitmen bahkan kepercayaannya terhadap lawan jenis pun berkurang. Belum lagi dengan kehadiran Hugo dan Vincent (adik dan kakak Taura) serta sahabatnya Dominique, Kyoko dan Inggrid dengan semua keruwetan hidup mereka masing-masing menambah warna dan keseruan tersendiri di dalam novel ini.

Cerita yang menggunakan sudut pandang orang ketiga ini baik dari sisi Taura dan Inggrid secara bergantian membuat pembaca bisa memahamai perasaan keduanya. Seperti misalnya di saat Taura dihadapkan dengan pilihan sulit, untuk pertama kalinya dalam hidup bahkan tidak ada di kamus hidupnya harus mengurus seorang bayi. Disini aku bisa membayangkan bagaimana stress-nya seseorang yang sebelumnya hanya bisa bersenang-senang, bergonta-ganti pacar, hidup tanpa beban tiba-tiba harus merawat bayi yang bahkan bukan bayinya sendiri. dengan menggunakan sudut POV 3 ini seakan mempermudah pembaca untuk melihat dari sisi para tokohnya secara berbeda dengan tentunya perasaan mereka masing-masing yang berbeda dengan segala pemikirannya yang berbeda pula.

“Taura terbelah dalam jeratan aneka perasaan. Kekecewaan menjadi pemegang saham terbesar di dadanya.” (hlm. 184)

Selain itu, bahasa yang digunakan oleh kak Indah selalu menghibur. ada kata-kata kiasan yang tidak biasa dan hal itu malah menjadi ciri khasnya seorang Indah Hanaco di novel-novelnya (selama aku menikmati tulisan kak Indah pasti ada kata-kata kiasan yang membuat aku mudah ingat dengan ciri khasnya ini) dan hal ini kadang membuat aku takjub dengan kosa katanya kak Indah dalam merangkai setiap kata di dalam cerita-ceritanya. Dan lagi deskripsi tentang ruangan dan interior ruang yang sangat detail malah membuat aku tertarik dan takjub alih-alih jadi bosan. Karena bahasa yang digunakan kak Indah pun mudah dipahami dan mudah dibayangkan, tidak jenuh.

“Aku tidak akan bilang kalau aku tahu perasaanmu. Karena nayatanya aku memang tidak tahu.  Tapi memang melupakan itu jauh lebih sulit ketimbang memaafkan.” (hlm. 133)

Banyak hal-hal positif yang bisa dijadikan pelajaran hidup dikisah Taura dan Inggrid ini. Salah satunya adalah tentang memaafkan seseorang atau kejadian di masa lalu yang sepahit apa pun itu lebih mudah ketimbang melupakan. Namun untuk itu semua, biarlah ia berjalan sesuai alurnya. Walaupun tidak bisa melupakan seutuhnya, setidaknya bisa mengikhlaskan.
Hati-hati dengan perempuan dengan segala pikiran buruknya yang cepat tanggap. Untuk itu salinglah berkomunikasi dan saling percaya untuk terbuka agar tehindar dari kesalahpahaman yang akan muncul kelak di dalam sebuah hubungan.
Masih adalagi hal-hal positif lainnya yang bisa di petik di dalam novel ini.

Untuk ending-nya sendiri aku merasa puas. Walaupun ada bagian yang sangat mengejutkan yang tidak terduga sama sekali olehku sebelumnya. Karena awalnya aku kira masalah “itu” berakhir dengan edisi gantung yang tidak ada penyelesaian, malah diterima begitu saja. Namun untunglah di akhir ending ada penyelesaiannya. Dan, ada rasa yang menggelitik yang sepertinya ini adalah kode dari penulis, dan aku mempunyai feeling yang berat untuk ini. Apakah Vincent dan Kyoko nantinya akan bersama atau akan dibuatkan ceritanya sendiri? #akusangatberharapIYA Hheheheh, menunggu sangat sabar (walaupun sebenarnya nggak sabaran).

Overall, Aku sangat menikmati dari awal hingga akhir novel ini. Sangat aku rekomendasikan buat siapapun yang penyuka romance terutama.

“Menemukan kekasih atau istri itu gampang. Tapi orang yang tepat dan menjadi soulmate kita? Itu jauh lebih susah.” (hlm. 47)

R A T I N G



#HappyReading ☺☺☺


*Btw, nama belakangnya Aileen: Jemima, ntah kenapa mengingatkan aku pada judul novel kak Indah lainnya; Tuhan untuk Jemima. Apakah ini saling berkaitan? Aku jadi penasaran dan siap untuk membacanya dan membabat rasa penasaranku yang tinggi ini.

No comments:

Post a Comment