Saturday, 11 November 2017

BOOK REVIEW | MARRY ME, OLIVIA! - GUNAN ARIANI


Judul Buku : Marry Me, Olivia!
Penulis : Gunan Ariani
Editor : Herlina P Dewi & Mutiara Arum
Proof Reader : Mutiara Arum
Desain Cover : Teguh Santosa
Layout Isi : Arya Zendy
Penerbit : Stiletto Book
Tebal Buku : 228 halaman
Cetakan Pertama, Oktober 2017
ISBN : 978-602-6648-13-6

BLURB :

“Ya udah,”
“Ya udah apa?”
“Kitanikah.”

            Olivia terdiam beberapa saat. Ia masih bisa mendengar dengan jelas seorang pria sudah melamarnya, lebih tepatnya mengajaknya menikah, lebih tepatnya lagi, pria itu adalah Christian, sahabatnya.

            Olivia piker, ini harusnya momen yang lucu.come on! Ini Christian, sahabatnya. Yang dilakukan Olivia harusnya memukul lengan Christian dan mereka tertawa bersama atas apa yang dikatakan Christian. Namun, ia justru tidak bisa mengatakan apapun. Christian pun tidak pernah menyangka bisa seberani itu mengajak Olivia menikah. Dan ketika mengingat bagaimana wajah Olivia memandangnya, Christian ingin kembali menarik perkataannya. Tapi ia tidak bisa.

“Ada beberapa hal yang lebih baik dibiarkan tanpa perlu kita tahu gimana akhirnya nanti,salah satunya … cinta.”

            Namun, ternyata, dugaan mereka salah. Banyak sekali hal terjadi diluar bayangan Olivia dan Christian. Belum lagi, tantangan untuk menumbuhkan cinta dalam hubungan mereka. Berhasilkah?


Kilas Balik Marry Me, OLIVIA!

Gimana kalau kamu dan aku, kita nikah aja,” (hlm. 9)

Ajakan menikah yang tercetus dari mulutnya Olivia yang sedang mabuk dan keesokan harinya tertangkap basah karena tertidur di satu ranjang yang sama dengan kondisi yang mungkin jika dilihat akan membuat orang salah paham, termasuk kedua orang tua Olivia.

“Beri tahu apa yang telah terjadi pada papamu, Om yakin papamu akan mengerti. Kalian akan menikah. Secepatnya.” (hlm. 13)

Menikah dengan sahabat sendiri, apa jadinya?
Bagi Christian menikah dengan Olivia bukanlah hal yang besar dan ia tidak akan menolak karena ia pun menginginkannya tapi tidak dalam keadaan mendesak seperti yang sedang mereka alami. Bagi Olivia sendiri menikah dengan sahabatnya sendiri terasa aneh, dan membuatnya bingung sekaligus, tapi dilihat dari sisinya yang tidak mendapatkan satu pun pasangan yang cocok dengan dirinya dan tidak ada yang berakhir dengan happy ending akhirnya Olivia pun setuju setelah beberapa pertimbangan lainnya.

“Ada beberapa hal yang lebih baik dibiarkan terjadi tanpa perlu kita tahu gimana akhirnya nanti, salah satunya cinta.” (hlm. 22)

Walaupun terasa aneh dan canggung, Olivia berusaha menjadi istri yang baik yang mengurus segala keperluan suaminya. Hanya satu yang Olivia belum siap dan Christian pun menyanggupinya dengan alasan mereka perlu waktu untuk status baru mereka. Walaupun keluarga mereka tetap memboyong dengan pertanyaan yang tidak jauh-jauh dari ‘jangan menunda-nunda lagi’ ataupun ‘ segera beri kami cucu yaa’. Mereka hanya membalasnya dengan senyuman.

Hingga suatu hari kedatangan Rian kembali ke Indonesia membuat was-was Christian terhadap perasaan istrinya. Karena Rian adalah orang yang disukai oleh Olivia-nya ‘dulu’. Kemunculan Rian yang mendadak di tengah hubungannya dengan Olivia sedikit ada kemajuan, kembali surut karena kedekatan Rian dan Olivia yang semakin sering bertemu bahkan pancaran rasa senang yang ditampilkan wajah Olivia di satu sisi membuat Christian senang dan sedih. Sedih karena bukan dirinya yang membuat Olivia bisa tertawa begitu lepas seakan tanpa beban. 

Dan akankah nasib tidak baiknya akan terulang kembali seperti masa-masa SMA-nya dulu? Dimana Christian lagi-lagi harus menyerah dalam diam karena perasaannya terhadap istrinya sendiri? Apakah Christian akan memilih pergi ‘lagi’ seperti apa yang dilakukannya dulu (8 tahun yang lalu)?

Marry Me, OLIVIA! by Gunan Ariani

Marry Me, Olivia! Menceritakan tentang sepasang anak manusia yang bersahabat dari kecil yang tiba-tiba harus terlibat dalam hubungan sebuah pernikahan tanpa harus melibatkan perasaan satu sama lain, hanya satu yaitu kepercayaan yang mereka yakini bisa melancarkan semua yang akan mereka hadapi kedepannya. Olivia dan Christian. Olivia dengan sifat kepolosan dan naifnya yang tidak peka dengan perasaan orang-orang terdekatnya terutama perasaan Christian kepadanya dan Christian dengan cinta terpendamnya yang sudah lama yang sudah cukup bersabar menunggu dalam diamnya dan kebersamaannya bersama Olivia selama ini.

Diceritakan dari sudut pandang orang ketiga secara bergantian antara Olivia dan Christian membuat aku mengerti dan memahami bagaimana perasaan mereka, di saat harus menikah dengan sahabatnya sendiri. Perasaan yang dipendam Christian selama bertahun-tahun kepada Olivia tanpa ia berani mengungkapkannya karena merasa kurang percaya diri hingga pernikahan dilaksanakan pun Christian masih dalam diamnya. Karena bagi Christian kebahagiaan Olivia yang paling utama. Sedangkan Olivia dengan sifat naïf dan polosnya yang luar biasa buat kita pembaca jadi gemas sendiri (inginnya aku sodorin tuh bacaan Herlequin kali yaa, biar dek Pia-nya paham) wkwkwk. Terutama di saat Olivia merasa canggung dan aneh, bahkan ia merasa dirinya tidak jelas dengan perasaan yang membuatnya bingung dan tidak nyaman itu. Apalagi dengan pengakuannya yang kelewat naïf dan polos itu pula yang membuat semuanya semakin runyam. Dan lagi-lagi aku merasa kasihan dengan Christian dan salut dengan stock kesabaran yang dimilikinya karena mempunyai istri seperti Olivia.

Untuk penggambaran karakternya sendiri aku puas dan merasa penulis tidak melebih-lebihkan dengan karakter-karakter tokohnya. Christian yang pendiam, kurang percaya diri apalagi kalau sudah menyangkut Olivia, walaupun demikian Christian tetap seorang suami yang perfect banget. Perhatian, punya stock sabar yang luar biasa banyaknya, punya sisi romantic yang menurutku sangat manis khas Christian banget. Dan jangan lupakan dengan prasangka buruknya saat kemunculan Rian di tengah-tengah mereka. Di bagian ini aku kadang kesal juga dengan pikirannya Christian yang nggak penting itu yang merusak suasana ‘kadang-kadang’.
Sedangkan Olivia sendiri, ia digambarkan adalah sosok yang ceria, polos (sepolos-polosnya), karena untuk perasaannya sendiri pun ia masih bingung dan ngerasa aneh dan sifatnya itulah yang sangat merugikan Christian, hehehe. Naïf bahkan untuk tugas seorang istri pun belum paham. Dan aku di bagian ini, jadi ngerasa aneh sendiri bayanginnya, masa sih sampai segitunya. Bahkan dengan teknologi dan sosmed di zaman sekarang. Walaupun senaif-naifnya orang ada-lah tahu informasi sedikit-sedikit terkait hubungan dalam berumah tangga. Walaupun dengan kenaifannya aku tetap suka kok dengan pasangan aneh bin ajaib seperti mereka ini.

Oh iya, jangan lupakan dengan pasangan satu lagi (walaupun aku masih bertanya-tanya akan nasib akhir mereka berdua), Rian dan Arlin. Karakter mereka disini hanya sekadar memberi warna-warni antara hubungan Christian dan Olivia saja (menurutku sih). Arlin yang merupakan sahabatnya Olivia dan Rian adalah sepupunya Christian. Dan aku sangat berharap kisah mereka berdua ini punya bukunya sendiri nanti. Karena aku sangat menantikan kisah mereka yang masih banyak menyimpan misteri di masa lalu. Dan dibuku ini pun kisah mereka masih menggantung.

Marry Me, Olivia! diceritakan dengan menggunakan alur maju-mundur untuk memperjelas sebab-akibat  dan tanda Tanya yang terjadi di masa lalu Christian dan Olivia dan kedekatan mereka berdua. Bagaimana dari dulu mereka sudah sangat dekat.

Melalui buku ini juga, banyak pesan yang bisa dijadikan pembelajaran untuk pembaca. Terutama dalam hubungan rumah tangga. Komunikasi menjadi poin penting dalam berumah tangga, karena dengan adanya komunikasi hal apapun tidak akan ada kesalahpahaman yang terjadi ke depannya. Saling terbuka tidak menyimpan sesuatu yang membuat diri kita menjadi berburuk sangka terhadap pasangan kita sendiri.

Walaupun Marry Me, Olivia! Mengangkat tema cerita yang sudah biasa tidak membuat aku bosan dan berhenti membaca, malah sebaliknya. Aku dibuat ketagihan dengan rasa penasaran tentang bagaimana penulis merangkai kata dan idenya untuk akhir dari nasib pernikahan Christian dan Olivia yang tidak dilandasi cinta. Penulis pun menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, dan cerita ini pun dikemas begitu apik dan rapi. Melihat proses dari novel ini yang sudah dimulai dari tahun 2015 wajar saja jika alur ceritanya yang sebenarnya biasa menjadi lebih luar biasa dan menarik untuk dinikmati oleh pembaca yang menyukai cerita romance. Chemistry diantara Christian dan Olivia pun menurutku sangat manis dan sangat terlihat #akusuka #myfavoritecoupleagain

Dan aku suka bagaimana cara penulis menggambarkan sosok seorang pekerja florist. Dan aku baru tahu kalau ternyata mencium wangi bunga lama-lama akan menjadi mual (masa sih? Aku sedikit kurang yakin disini, karena belum mengalaminya sendiri mungkin). Membaca tatacara Olivia mengurus bunga-bunganya membuat aku tertarik juga untuk menanam bunga dan merawatnya #sok-iya, hehehe.


Overall, rekomended banget bagi penyuka romance yang komplit dengan rasa nano-nano (semua ada, manis, pahit asam). Dijamin setelah kalian membacanya sekali, pasti ada rasa ingin sekali lagi untuk mengulang kisah-kisah manis dengan pasangan yang malu-malu kucing tapi menggemaskan yang satu ini (karena aku ngerasain haln yang sama untuk mengulang kembali kejadian manis-asam dan pahit di antara mereka).

R A T I N G


No comments:

Post a Comment