Friday, 13 October 2017

Book Review | L - Kristy Nelwan


Judul Buku : L
Penulis : Kristy Nelwan
Editor : A. Ariobimo Nusantara
Asisten Editor : Veronica B. Vonny
Penata Isi : Gun
Penerbit : Grasindo
Tahun Terbit : 2012 (cetakan ke-empat)
Jumlah Halaman : viii + 394 halaman
ISBN : 978-979-025-417-6

BLURB :

Ava Torino, twentysomethinggirl, yang bekerja sebagai produser di sebuah stasiun televisi lokal di Bandung, agak berbeda dengan perempuan pada umumnya. Ava not really into romantic or love things. Ia menganggap pacaran adalah sesuatu yang seharusnya fun. Dan, biar semakin fun, ia nekad meneruskan ide gilanya semasa kuliah dulu: berganti-ganti pacar, sampai ke 26 alfabet tergenapi sebagai huruf awal nama-nama sang pacar.

Dengan ke-adventurous-annya, tidak sulit bagi Ava untuk memenuhi rencana gilanya itu. Namun, tanpa disangka, cowok yang paling sulit ditemukan justru yang namanya berawal huruf L. Maka, cara berpikirnya yang logis memutuskan, siapa pun dia, si L akan menjadi the last love-nya. Sayang, Ava tidak menyadari betapa rahasia semesta ini terlalu besar untuk ditaklukkan oleh logika pikirannya.... hingga terjadilah peristiwa itu...

***


L. Satu huruf yang menyimpan banyak rahasia. Satu huruf yang ternyata menyimpan banyak misteri dibalik sifat dan sikap seseorang. Satu huruf yang membuat seorang Ava Torino bisa untuk berhenti merokok dan rela melakukan semua hal tentang kebaikan terutama untuk hidup sehat yang selama ini diacuhkannya. Satu huruf yang membuat Ava setia dengan pertunangan bodohnya. Dan satu huruf yang membuat hidup Ava Torino yang sebelumnya masa bodoh dengan perasaan cinta dan segala cingcong-nya bisa mengubah hidupnya dan bisa menuntunnya untuk jadi seseorang yang lebih baik tidak hanya untuk orang-orang yang disayanginya tapi juga untuk Tuhan yang selama ini selalu diabaikan.

Sangking terkagumnya sama ini cerita, aku sampai nggak ngeh dan sakit kepala mikir harus mulai dari  mana ini aku nulis review-nya *bingung*. I  like this novel. Satu lagi buku yang menambah list novel favorit aku…

Setelah membaca buku ‘Perempuan Lain’ aku menjadi tidak bisa tenang dengan kisah-kisah perjalanan tiap tokoh yang diperankan penulis melalui buku-bukunya (yang sebenarnya hanya dua buku). Terutama L ini. L satu dari sekian buku ‘lagi’ yang sangat-sangat membekas setelah membacanya (terharu, mewekk, tersedu-sedu, sedih, nangis, dan apapunlah. Semua emosi bercampur-aduk).

Dari segi alur ceritanya yang terasa pas dan tidak berlebihan. Apalagi dengan karakternya Ava yang menganggap pacaran itu hanya sekadar untuk kesenangan aja dan juga ia adalah seorang perokok. Ada masalah  sedikit merokok, kesal dikit larinya ke rokok, pokoknya apapun yang membuatnya tidak nyaman pasti bakal larinya ke rokok. Dan cara penulis bercerita aku sukaaa banget. Bahasanya ngalis, enakdan mudah dipahami juga. Semuanya tersampaikan dengan baik dan lagi ada bahasa-bahasa yang menurutku sangat menghibur dan kocak + pesan oralnya juga tersampaikan dengan baik pula tidak menggurui. Terutama di saat Rei memberi pencerahan tentang beriman kepada Tuhan dan saling menjaga dan saling menghormati sesama walaupun dengan kepercayaan yang berbeda (aku sampai terkagum-kagum dibuatnya). Dan lagi di balik kondisinya Rei dan penyebabnya itu sungguh miris rasanya. Aku percaya bahkan sangat yakin, orang-orang yang merokok dan sekitarnya itu sadar betapa bahayanya merokok. Tapi itulah ada hal-hal yang membuat mereka tetap terus dan terus menghisap tanpa peduli efek dari isapan mereka terhadap orang-orang disekitarnya. Walaupun iklan larangan rokok sudah merajalela di Tv tetap saja tidak ada ngaruhnya sebelum pelakunya sendiri yang negrasain sakitnya. (Aku bahkan masih berharap akan ada keajaiban yang datang kepada Rei walaupun itu mustahil)

Pernah ngerasain nggak sih, di saat menuju ending dengan perasaan yang membuat penasaran setengah mampus tiba-tiba harus di injak-injak dan pengin cebur ke rawa-rawa atau mungkin apalah dan apa pun itu. Dan aku ngerasain di endingnya L ini. Yang paling bikin aku kesal itu adalah di balik namanya Rei (Oo Em Jii, rasanya aku, uhh mau bunuh diri aja). Di satu sisi aku ngerasa keren, luar biasa, tapi tetap saja kesal sama yang satu ini, apalagi endingnya.  *gentayangin kakak penulis*

Apapun yang ingin di sampaikan penulis melalui kisahnya Ava dan Rei ini aku rasa tersampaikan semua. Apapun itu. Semuanya terealisasi aku rasa. Pesan-pesan moral tentang hidup sehat, bakti kepada Tuhan ataupun menjalankan semua kewajibannya, tentang perasaan saling memiliki, setia yang tidak hanya pada seseorang yang sedang terikat tapi juga setia pada perasaan yang kita miliki untuk seseorang juga patut di beri kesetiaan.

Aku benar-benar paham dengan apa yang menjadi pilihan tokoh-tokohnya dibuku ini. Terutama Ava dan Rei. Keputusan yang berat tapi mereka menjalaninya dengan begitu ringan. Hidup akan terus berjalan. Para sahabatnya Ava yang buat iri dengan segala perhatian mereka yang tidak tanggung-tanggung (patut di apresiasi).

Pokoknya WAJIB baca ini buku. Penasaran seperti apa perjuangan dan perjalanan kisah cintanya Ava Torino yang penuh suka duka, baca deh buku ini. Aku jamin kalian akan menemukan sesuatu yang berbeda yang tidak biasa di dalam buku ini.

R A T I N G


*Review kali ini agak berbeda memang dari review-review sebelumnya (tidak ada ulasan singkat ceritanya),langsung ke bagaimana perasaan aku setelah membaca buku ini. Sangking gemas dan jatuh cintanya aku sama Rei.

No comments:

Post a Comment