Monday, 30 October 2017

[BLOGTOUR] BOOK REVIEW + GIVEAWAY | HITAM PUTIH - ANDRIYANA


Judul Buku : Hitam Putih
Penulis : Andriyana_
Editor : Viviekananda Gitandjali
Editor Supervisi : Risma Megawati
Desain Sampul & Grafis : Heru Lesmana
Penerbit Clover [Imprint M&C!]
Tebal Buku : 168 halaman
Cetakan Pertama, 2017
ISBN : 978-602-4285-52-4

BLURB :

Hidup dan kehidupan di dalamnya benar beragam corak berwarna-warni. Baik itu siang, juga malamnya.

Bahwa gelap itu berwarna-warni dan indah selaras tertata apik dan epik. Begitu juga dengan terang. Secara kasatmata pun jelas terlihat ada warna-warni dalam terang.

Akan tetapi saat terangnya ilmu pengetahuan diselewengkan, dibengkokkan tujuannya, maka gelaplah hati.

“Apa yang akan terjadi jika terangnya ilmu pengetahuan dimonopoli oleh manusia-manusia gelap hati?”

Kilas Balik Hitam Putih

Jang dan Mualim (Alim) sudah menjalin hubungan persahabatan mereka sejak kecil. Persahabatan mereka tidak dilihat dari seberapa pantaskah seseorang atau status sosialnya untuk dijadikan sahabat, hal itu jelas terlihat dari keluarga Mualim yang bisa dibilang orang terkaya di desa mereka, sedangkan keluarga Jang hanya keluarga sederhana yang bapaknya seorang pengajar anak-anak mengaji di langgar desa. Bahkan hubungan kedua keluarga tersebut semakin akrab layaknya hubungan keluarga dekat, ditambah lagi Jang yang menikahi adiknya Mualim semakin eratlah hubungan keluarga keduanya.

Anak-anak di desa mereka setelah beranjak dewasa kebanyakan memutuskan untuk merantau ke kota, ada yang meneruskan pendidikan, ada juga yang mencari pekerjaan demi membantu keluarga mereka di desa. Hal itu pun dilakukan oleh Mualim dengan melanjutkan pendidikan sarjananya ke Surabaya.

“Bertemu dengan orang, lalu sering berkomunikasi dengannya, itu sama saja bertemu dengan pemikirannya. Allah membagi-bagikan ilmu pengetahuan kepada umat-Nya dengan takaran.” (hal. 21)

Mualim adalah sosok yang suka berkelakar dan juga memiliki sifat terbuka dan mau menelaah pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapatnya, dan hal ini jugalah yang membuatnya tanpa sengaja masuk ke dalam lingkaran orang-orang yang punya pemahaman ‘miring’ tentang sesuatu yang semuanya dikaitkan dengan logika manusia. Dan berkat Mualim bergabung ke dalam kelompok tersebut membuat komunikasinya dengan Jang di desa jadi berkurang yang sebelumnya selalu saling memberikan kabar melalui telpon perlahan berkurang hanya sepintas email saja.

“Dalam terangnya siang masih ada satu titik gelap. Begitu juga gelapnya malam masih ada satu titik cahaya.” (hal. 32)

Hitam Putih by Andriyana_

"Dalam terangnya siang masih ada satu titik gelap. Begitu juga gelapnya malam masih ada satu titik cahaya." (hal. 32)

Hitam Putih mengisahkan tentang dua sosok sahabat yang saling mempedulikan satu sama lain walaupun di saat kondisi keduanya berbeda. Mualim yang terjebak karena rasa penasarannya terhadap hukum bagi orang-orang yang melakukan perbuatan Riba mempertemukannya dengan sekolompok organisasi yang menarik perhatiannya karena ide-ide dan pemahaman yang di sampaikan oleh kelompok tersebut.

Diceritakan dari sudut pandang orang pertama antara Jang (di awal) dan Mualim di bagian akhir, dengan porsi masing-masing setengah halaman dari 168 halaman buku. Di bagian Jang, kita akan mengetahui bagaimana sudut pandang Jang terhadap keluargnya Mualim, keseharian dan kegiatan-kegiatan mereka dari kecil hingga sebelum Mualim berangkat ke Surabaya, dan juga hubungan keduanya setelah berpisah. Sedangkan di bagian Mualim kita diberitahu asal-muasal bagaimana Mualim bisa terjebak dan tergabuung di dalam kelompok sesat dan cara Mualim meloloskan diri dari kelompok tersebut hingga Mualim merasa dirinya adalah seorang buronan yang sewaktu-waktu akan di tangkap dan kembali ke dalam kelompok tersebut (karena di dalam kelompok tersebut, jika sudah bergabung, jangan harap untuk bisa keluar).

Walaupun dengan jumlah halaman yang tidak lebih dari 200 halaman, buku Hitam Putih ini menyimpan banyak pesan-pesan moral yang bisa di pelajari dan bisa diambil hikmahnya dari kisah Jang dan Mualim (terutama dari kisah perjalanan perantauannya Mualim). Salah satunya janganlah melihat seseorang dari luarnya saja, karena belum tentu yang di dalam sama dengan yang di luar. Begitu pun sebaliknya. Layaknya sebuah kehidupan yang hanya ada hitam dan putih.


Overall, buku ini aku rekomendasikan untuk pembaca yang tidak menyukai dengan jumlah buku yang tebal dengan kisah perjalanan hidup dari tokoh-tokohnya yang menginspirasi dan bisa dijadikan untuk pembelajaran hidup kita sehari-hari (terutama bagi yang sedang jauh dari kampong halaman agar tidak mudah terjebak dan tergoda dengan hal-hal yang baru di lihat dan dikenal.

R A T I N G


"Jika memandang kehidupan hanya hitam putih, 
maka akan buta warna." (hal. 7)
Yuhuuu...
Waktunya berbagi di GIVEAWAY #HitamPutih...

Berhubung di blogku adalah pemberhentian terakhir blogotur #HitamPutih, jadi manfaatkan waktu sebaik-baiknya yaa! Jangan sampai ketinggalan dan menyesal nantinya..

Untuk kamu yang menginginkan novel Hitam Putih secara gratis dari penerbit, kamu cukup penuhi syarat-syarat di bawah ini yaa! Untuk syarat-syaratnya cukup mudah-meriah kok, nggak susah...

1. Punya alamat pengiriman di Indonesia

2. Follow blog ini via GFC (ada dibagian bawah blog)

3. Follow Instagram @PenerbitClover dan @pidaalandrian 

4. Follow Twitter @PidaAlandrian92

5. Share link Blogtour #NovelHitamPutih ini di sosmed kalian (terserah dimana aja). Kalau share di Twitter dan IG (share banner Blogtour di bawah) jangan lupa mention aku dan ajak dua temanmu untuk ikutan giveaway ini , sertakan hastag #NovelHitamPutih

6. Tulis di kolom komentar dibawah ini :
  1. Nama
  2. Domisili 
  3. Link Share
7. Giveaway #NovelHitamPutih ini berlangsung mulai hari ini hingga 05 November 2017

 Sudah itu saja. Mudahkan?

Pengumuman pemenang akan aku posting 2 hari setelah deadline yaa..



☺☺☺ Good Luck ☺☺☺


14 comments:

  1. nama : Lovia Okta Fonda
    domisili : purwokerto jawa tengah
    link share : https://twitter.com/Loviaoktafonda/status/924880540385165312

    ReplyDelete
  2. Nama : Aulia
    Domisili : Serang
    Link Share : https://twitter.com/nunaalia/status/924930795348770818

    ReplyDelete
  3. nama : Farida Endah
    Domisili : Pacitan Jawa Timur
    Link Share : https://twitter.com/farida_271/status/924978669482737665

    ReplyDelete
  4. Nama : Fera Lestari
    Domisili : Aceh
    Link Share : https://twitter.com/feralestari95/status/925308603245854720

    ReplyDelete
  5. Nama: Bety kusumawardhani
    Domisili: Surakarta
    Link: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/925368329807605760?p=v

    ReplyDelete
  6. Nama: Desita Wahyuningtias
    Domisili: Surakarta
    Link Share: https://twitter.com/desitaw97/status/925411985663057920

    ReplyDelete
  7. Nama: artha
    Domisili: sidoarjo, jawa timur
    Link Share: https://mobile.twitter.com/artha_amalia/status/925833420562825216

    ReplyDelete
  8. Elsita F Mokodompit
    Morowali, Sulteng
    Https://twitter.com/sitasiska95/status/926010678011236354

    ReplyDelete
  9. Nama : Hamdatun Nupus
    Domisili : Depok, Jawabarat
    Link Share : https://twitter.com/HamdatunNupus/status/926020229783724032

    ReplyDelete
  10. Nama: Rina Fitri
    Domisili: Aceh Besar, Aceh
    Link Share:
    https://twitter.com/Rinafiitri/status/926672580919959552

    ReplyDelete
  11. Nama : Riza Putri Cahyani
    Domisili: Bogor,Jawa Barat
    Link share : https://twitter.com/Zhaa_Riza23/status/926783661365542913

    ReplyDelete
  12. Nama: Fuada Nisa
    Domisili: Bandung
    Link share: https://www.instagram.com/p/BbF7L3RAhiL/?taken-by=efnisaa

    ReplyDelete
  13. Nama: Ana Bahtera
    Domisili: Banda Aceh
    Link share: https://twitter.com/anabahtera/status/925865428118728704

    ReplyDelete
  14. Nama : Agatha Vonilia M.
    Domisili : Jember
    Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/927214532191121408

    ReplyDelete