Monday, 31 July 2017

[BLOGTOUR] BOOK REVIEW | ERSTWHILE - RIO HAMINOTO


Judul Buku : Erstwhile
Penulis : Rio Haminoto
Editor Cerita : Carolina Kartika Widyastuti
Editor Eksekutif : Jenny Kartawinata
Chamber of Reviewers : Leony Aurora, Danny Satrio
Penyunting Aksara : Risma Megawati
Ilustrasi Sampul : Enrico Soekarno
Desain Sampul & Grafis : Heru Lesmana
Penerbit : Koloni (Imprint M&C!)
Cetakan Pertama : 2017
ISBN : 9786024284855

Blurb :

Raphael Harijono (Rafa) adalah seorang pria asal Indonesia yang memiliki kegemaran yang begitu besar pada artefak. Dalam sebuah perburuannya, ia akhirnya terseret masuk ke dalam sebuah perjalanan waktu bersama Emma Watts, seorang ahli bahasa dan pengajar di King's College, Universitas Cambridge, Inggris dan juga bersama seorang wanita pengusaha setengan baya asal Prancis bernama Magalie Vaillant.

Picaro Donevante seorang warga kota Paris dan pengungsi politik yang terbuang dari kotanya sendiri di Florence, berjumpa dengan Solence de Morency, seorang wanita kepada siapa ia dengan tulus bersedia menjadi mata dan hati untuk segala yang tak akan pernah dilihat dan diketahui wanita itu, dan juga kepada siapa ia memberikan sebuah janji setia untuk menjumpainya kembali di Notre Dame, Paris.

Perjalanan panjang Rafa dan Picaro tidak hanya membawa mereka memasuki masa kejayaannya dan kebebasan Majapahit, tapi juga membawa mereka memasuki sebuah Persekutuan Waktu.


Kilas Balik Erstwhile "Persekutuan Sang Waktu"

"Karena di mata dan kepala Anda, saya dapat melihat diri saya waktu muda, saat saya merasa dapat melakukan sesuatu yang luar biasa." (hal. 34)

Berawal dari Picaro menerima lembaran-lembaran papirus yang berisi tentang sebuah perjalanan yang mengesankan dari seorang Tuan Marco Polo yang saat itu telah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Sayangnya tulisan-tulisan itu ditulis dalam bahasa prancis, sehingga Picaro mempunyai kesempatan untuk meminta tolong kepada Solene seorang gadis yang membuatnya pangling akan kecantikannya yang tiada tara di saat pembicaraan pertama mereka sekaligus cinta pertamanya. 

"Aku ingin melihat dunia yang dilihat Tuan Marco Polo!" - Solene

"Kita pergi besok ke Konstantinopel! Dari sana kita akan menuju Cathay! Saya, Picaro Donevante, berjanji akan mengantar Nona Solene de Morency untuk melihat dunia yang ingin ia lihat! Saya akan memperlihatkan kebesaran Tuhan dan untuk itu saya berjanji!" - Picaro (hal. 68)

Sayangnya, janji serta keyakinan akan perasaan cintanya kepada Solene seakan tidak mendapat restu dari Tuhan, membuat Picaro bertekad untuk pergi sendiri dan membuktikan kebenaran dibalik kisah perjalanan Marco Polo ke Cathay - Negeri Cina - (bagian Timur) sekaligus ingin memikat Solene dengan cerita-cerita perjalanannya di saat Picaro kembali nanti. 

Namun di tengah perjalanannya, Picaro tertahan di bumi Majapahit. Karena satu tujuan yakni ingin menceritakan kembali kisah perjalanannya kepada Solene, orang yang dicintainya, Picaro akhirnya merubah tujuan awalnya sebelum ke Cathay, dan memilih menetap terlebih dahulu di Majapahit selama kurang lebih 4o tahun lamanya dan menjadi  saksi atas pembentukan di awal masa-masa pembentukan Nusantara.

"Suatu hari nanti aku akan kembali ke Florentia sebagai pemenang." (hal. 25)

Selang 7 abad setelahnya. Rafa seorang Artefak yang berasal dari Indonesia memiliki kisah cinta yang tragis karena ditinggal oleh orang yang dicintainya, Artjana. Bagaimana tidak? Hubungan mereka terjalin karena permainan konyol mereka yang baru bertemu dengan rentang waktu 10 tahun sebanyak dua kali. Hingga Artjana menyerah dan memilih orang lain ketimbang Rafa.

Jika di kehidupan cintanya, Rafa mengalami kegagalan. Berbeda dengan kehidupannya sebagai seorang kolektor dari benda-benda mahal dan bersejarah terutama yang berkaitan dengan negaranya, Indonesia. Rafa termasuk orang yang dikenal dedikasinya terhadap pekerjaannya. Hingga dalam sebuah perjalanannya, Rafa mengincar pelelangan manuskrip yang sangat langka yang mempunyai sejarah penting bagi Indonesia yaitu tentang Majapahit. Dan pertemuannya dengan seorang wanita paruh baya misterius yang mengaku sebagai Ibunya di kehidupan Rafa sebelumnya. 

"Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya.!" (hal. 30)

Dan perjalanannya memburu manuskrip tersebut mempertemukannya dengan seorang profesor cantik, Emma Watts dan sama-sama mereka menyelami perjalanan waktu yang berabad-abad sebelumnya melalui tulisan-tulisan yang ditulis langsung oleh Picaro Donevante, sang pemburu yang mengagumkan.

"Cinta sejati adalah abadi dan tiada akhir. Cinta yang dipersatukan oleh Tuhan, janganlah pernah dipisahkan oleh manusia." (hal. 355)

Erstwhile - Persekutuan Waktu

Jujur, awalnya aku ngerasa "ah, pasti bakal lama baca buku ini" dan lagi "Pasti ngebosenin banget karena tentang Sejarah". Tapi ternyata, semua dugaan awal meleset. Awalnya aku mengira, bakal membaca sebuah kisah fiksi sejarah yang membosankan seperti halnya sejarah di pelajaran sekolah. Namun ternyata, dengan cara penulis menggambarkan situasi dan kejadian-kejadian yang terjadi di masa lalu membuat fiksi sejarah di dalam buku ini lebih menarik untuk diikuti dan malah ada beberapa hal yang sebelumnya aku 'tidak pernah' tahu jadi tahu (mungkin dulu ada belajar di pelajaran Sejarah tapi hanya numpang lewat). Seperti halnya tentang nama-nama daerah zaman dulu, Suvarnadvipa (Sumatra), Walidwipa (Bali), Nusa Tanjungnagara (Kalimantan), dan masih banyak lagi daerah-daerah dengan sebutan yang asing di telingaku. 

*Jika saja buku Sejarah di sekolah di tulis dalam bentuk fiksi seperti buku ini, pasti banyak siswa/i di sekolah yang akan menaruh perhatiannya terhadap sejarah Indonesia 'terutama'. Dan jadi lebih mudah diingat tentang hal-hal yang perlu diingat. 

Buku Erstwhile ini sendiri mempunyai dua sudut pandang cerita (Pov 1 dan Pov 3). Yang masing-masing melalui sudut pandang Picaro (Pov 1) sebagai pemeran utama di masa abad ke-14 tentang perjalanannya melintasi bagian Timur dan menjadi saksi awal-awal pembentukan kerajaan Majapahit pada masanya. Dan sudut pandang Rafa (Pov 3) yang di ambil dari setting di abad ke-21. Yang mengisahkan bagaimana awal terkuaknya kisah perjalanan Picaro melalui lembaran-lembaran papirus yang ditulis langsung olehnya. Dan dari kedua sudut pandang ini, aku pribadi lebih tertarik ke masa-masanya Picaro di saat ia melakukan perjalanannya ke bagian Timur. Persahabatan serta kedekatannya dengan anggota keluarga kerajaan Majapahit dan Gajah Mada yang sangat di segani, namun bisa bersahabat dengan orang asing yang bukan orang pribumi. Serta kesabaran dan keteguhannya untuk mencapai tujuan awalnya, dan lagi taktik cara berdagangnya yang sangat mengagumkan. Di bagian ini seakan terselip kata-kata: barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasilnya, yang sangat mencerminkan sosok Picaro di dalam buku ini.

Melalui buku ini juga, selain kisah sejarah pada awal-awal terbentuknya Majapahit, banyak pesan-pesan moral dan juga kehidupan yang layak untuk di contoh. Sebut saja, seorang Gajah Mada. Sosok yang - melalui buku ini - sangat menginspirasi banyak orang melalui sifat dan sikapnya menjadi seorang panglima perang sekaligus orang yang sangat berpengaruh di Majapahit. Kesetiaan dan kecintaannya terhadap Majapahit sangat patut di apresiasi. Andai saja di masa sekarang masih ada orang yang seperti Gajah Mada, kesetiaannya kepada negara yang tidak tanggung-tanggung *menakjubkan.

"Hamba hanya mempercayai satu cinta dalam satu kehidupan saat jiwa ini ada di raga, dan tak ada kecamuk baru yang perlu singgah untuk melupakan kecamuk yang  sesungguhnya,karena itulah yang membuat hidup hamba berarti tanpa dusta terhadap jiwa hamba sendiri dan orang lain." (hal. 288)

Tokoh Picaro sendiri juga tidak kalah menariknya. Selain kisah perjalanannya, terutama perasaan cintanya yang sangat menyentuh. Cara ia menjaga dan mempercayai arti dari sebuah cinta yang sebenarnya, walaupun sudah ditolak oleh Solene, namun rasa cintanya terhadap satu perempuan tetap utuh hingga akhir hayatnya.

Untuk alur ceritanya, di awal mungkin ada beberapa bagian yang membuat aku saat membacanya ada rasa jenuh. Munkgin karena masih belum memasuki inti cerita. Dan lagi aku belum menemukan titik temu dengan blurb-nya (blurb-nya sendiri sedikit membuatku bingung di awalnya) dan arah tujuan dari buku ini. Namun di saat memasuki bagian kedua, sudah mulai menarik, terutama di bagian Picaro memulai perjalanannya dan bertemu orang-orang yang baik seperti Kingsley, Tuan Liem dan anaknya, dan juga Tariq. Dan di saat mereka mulai menetap dan membuat rencana-rencana baru. Kalau boleh jujur, aku bahkan lebih banyak menaruh perhatian pada bagian perjalanannya Picaro di banding Rafa yang pada masa sekarang.

Untuk proses menuju ending-nya sendiri, banyak kejutan-kejutan yang sangat tidak terduga. Dan sedikit timbul tanda tanya di akhir selesai membaca, Apakah buku ini akan ada lanjutannya terutama yang menyangkut gadis di akhir cerita yang masih misterius yang bernama Tabby?? *karena jujur, aku tidak mendapat bayangan siapa sosok ini. 
Apakah dia....

Selain kisah perjalanan Picaro dan Rafa yang penuh kejutan dan tak terduga, buku ini juga banyak terselip kutipan-kutipan yang menginspirasi setiap pembaca..



Overall, secara keseluruhan novel ini aku rekomendasikan untuk kamu yang menyukai fiksi sejarah terutama. Dan untuk kamu yang awalnya sangat tidak menyukai sejarah, aku sarankan untuk membaca buku ini, aku bisa jamin nantinya kamu pasti menyukai sejarah di dalam kisah ini terutama Majapahit yang dulunya hanya numpang lewat di pelajaran sekolah ☺☺☺

Fiksi sejarah yang di balut dengan kisah percintaan yang manis dan memukau yang berbeda dari kisah percintaan pada umumnya. Bukan perasaan cinta yang mengebu-ngebu, namun sebuah rasa cinta di balik pengorbanan terdapat sebuah kisah yang mengejutkan dan sangat akan kita syukuri dan akan mengerti makna dari yang sebenarnya tentang cinta.

R A T I N G


Pss. Ada GIVEAWAY 1 eks novel Erstwhile gratis untuk kamu yang beruntung persembahan dari penerbit Koloni. Mau?? Langsung klik link di bawah ini yes!!:



2 comments:

  1. dalam beberapa bagian, aku rada sebel ketika Picaro sok-sok nginget Solene padahal lagi keadaan yg penting dan nggak perlu ada sentuhan romans. btw, ak bisa menjawab tanda tanya yg kak Pida utarakan di atas. wkwkwkwk :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan lagi (sebelnya). Rasanya terlalu berlebihan rasa rindunya Picaro ke Solene :D

      Waahh serius?? Siapa tu gadisnya?? (japri dong, bener2 dibuat penasaran) :D

      Delete