Saturday, 10 June 2017

BOOK REVIEW | LOVE O2O - GU MAN


Judul Buku : Love O2O
Penulis : Gu Man
Penerjemah : Jeanni Hidayat
Penyunting : Hisni Munafarifana
Proofreader : Seplia
Desain Kover : Junweise
Layout Isi : Vanessa Fabiola
Layout Kover : @teguhra 
Label : M-Novel
Penerbit Haru
Cetakan Pertama, April 2017
Jumlah Halaman : 434 halaman
ISBN : 978-602-6383-13-6

BLURB :



Zhen Shui Wu Xiang: Wei Wei, datanglah
ke Pulau Putus Cinta! Kita akan bercerai.

Semuanya dimulai dari permintaan cerai dari suami virtual Bei Wei Wei di sebuah game online dunia persilatan. Bagi cewek ini, pernikahan di game online adalah sebuah permainan yang tidak nyata. Jadi, meski permintaan cerai itu mengejutkan,Wei Wei tidak ambil pusing.

Sialnya, para pemain lain mengira Wei Wei dimakan api cemburu saat melihat mantan suaminya menikahi Xiao Yu Yao Yao - cewek tercantik di game online. Pasalnya, tiba-tiba karakter Wei Wei di game tersebut 'menyerang' pesta pernikahan mantan suaminya.

Saat Wei Wei kebingungan, Yi Xiao Nai He, pemain berlevel tinggi yang dijuluki 'dewa', tiba-tiba meminta Wei Wei menikahinya.

Semuanya ini hanya permainan, tapi mengapa Wei Wei merasakan sesuatu yang berbeda?


Kilas Balik Love O2O


Semuanya berawal saat suami virtual Bei Wei Wei di sebuah game online, Zhen Shui Wu Xiang mengajaknya untuk bercerai. Kekacauan yang timbul keesokan harinya membuat Wei Wei tak paham dengan pemikiran para pemain lain yang ada di game online persilatan yang sudah menjadi rutinitas lainnya selain belajar. Menuduh Wei Wei ingin merebut pasangannya kembali? Yang benar saja. Bagi Wei Wei pernikahannya di game online biasa-biasa saja – hanya sebuah permainan demi memenangkan sebuah misi.

Di saat Wei Wei sedang kebingungan dengan keadaan di sekitarnya, Yi Xiao Nai He pemain yang berlevel tinggi dengan julukan ‘Dewa’ tiba-tiba mengajaknya untuk menikah. Wei Wei, dengan wajah syok dan tidak percayanya dan sekaligus senang karena di ajak menikah oleh tuan Dewa tentu saja mengiyakan.

Pernikahan keduanya ini membawa efek yang baru bagi Wei Wei, berbeda dengan pernikahan pertamanya. Sebuah pernikahan mewah yang disiapkan secara matang. Melakukan misi dan membasmi Boss termasuk bersama komplotan tuan Dewa membuat Wei Wei merasakan sebuah keluarga di dalam game online. Dan tanpa sadar membuat Wei Wei selalu menanti kemunculan tuan Dewa online di game.

Hingga pada suatu hari, karena sebuah keperluan yang mendesak, tuan Dewa mengajaknya untuk bertemu secara nyata. Dan Wei Wei tanpa sadar langsung mengiyakan ajakan tersebut. Bahkan menyiapkan segala sesuatunya dengan baik sebelum bertemu seperti membeli pakaian yang layak pakai di depan tuan Dewa, bahkan memikirkan hak sepatu (karena sebelumnya Wei Wei sangat malas jika diajak untuk membeli pakaian baru oleh teman-temannya, baginya baju lamanya masih sangat layak pakai). Sekali ajakan tuan Dewa, semuanya luruh.


“Mungkin aku akan membangun benteng agar kau tidak berselingkuh. Sejauh mana kau melangkah sejauh itulah akan kubangun benteng untuk mempertahankanmu.”(hal. 373)

Love O2O novel Mandarin yang berhasil menarik perhatian aku ‘sangat’ untuk pertama kalinya. Oiyaa, ngomong-ngomong game online ‘Meng You Jiang Hu’ yang menjadi poin utama di dalam novel ini secara keseluruhan hampir sama dengan online ‘Perfect World’ lohh. Aku jadi main menebak-nebak nihh (pas lagi bacanya) jangan-jangan game online di dalam novel ini terinspirasi dari game PW, hehehe. Karena PW pun sama-sama berasal dari Negara yang sama. Semua, mulai dari cara bermainnya, pemilihan karakternya, pilihan server yang mana yang ingin kita masuki (semacam perkumpulan juga), dan juga di PW juga ada karakter yang berada di level Dewa seperti Xiao Nai.

Alurnya sendiri di ceritakan begitu mengalir dari awal hingga akhir. Meski ada beberapa bagian ada alurnya yang terkesan cepat. Namun tidak membuat mengganggu saat membacanya. Aku sendiri di saat membaca versi novelnya, aku lebih ngebayangin kejadian atau bagian-bagian di dalam novel ke versi Dramanya sih (berhubung Versi Film-nya aku belum nonton), dan ternyata alur cerita yang terkesan cepat di versi novelnya sudah di komplitkan di versi Dramanya. Jadi tanda tanya yang sebelumnya ada di novel secara tak langsung sudah terjawab di Drama (wajar sihh dramanya saja sampai 30 episode). Kalau pun di novelnya dibuat komplit nggak bisa bayangin deh gimana tebal lembaran novelnya.

Penasaran review drama Love O2O versi aku??
Yukk langsung di baca disini 


Untuk gambaran karakter  (Penokohannya) aku sukaakk bangett ‘ semuanya’ (termasuk komlpotan Xiao Nai dan teman-temannya Wei Wei), dan tentu saja yang tidak bisa dilupakan dua sosok yang menggemaskan sekaligus menyebalkan, Xiao Nai dan Wei Wei tentu saja. Melihat kelakuan para tokoh-tokoh di novel ini rasanya bikin pipi makin melar sangking banyaknya bagian-bagian yang selalu bikin senyum-senyum. Di tambah lagi dengan tingkah konyol komplotan dan para sahabatnya. Mereka ini masing-masing punya porsi untuk bikin kita nggak bisa berhenti senyum, wkwkwkw.. Ada-ada saja tingkah mereka yang kocak dan susah di bikin move-on. Untuk Xiao Nai dan Wei Wei nggak usah ditanya lagi. Dengan kalimat-kalimat kejam, licik dan membunuh versi Xiao Nai (ya ampuuuunnn) dan tingkat keluguan, kepolosan, dan lagi sifat malu-malunya Wei Wei sudah jadi pasangan kompleks banget mereka ini – tiada duanya dehh. Pas banget. Chemistry keduanya pun, T.O.P nggak akan mengecewakan para pembaca (dijamin). Punya tampang ganteng dan cantik tidak serta membuat mereka digambarkan secara berlebihan (layaknya karakter  yang sempurna yang ada di novel-novel romance picisan), malah terlihat pas dan sesuai di dalam novel ini. Penulis menggambarkan mereka dengan begitu sempurna, namun tidak secara berlebihan.

Untuk konfliknya, aku lebih menyukai konflik yang ada di versi dramanya.karena kalau di novel, konflik bisa dibilang malah nggak ada. Ada sih di awal-awalnya,itupun konflik yang ada di game onlinenya sendiri, sedangkan untuk hubungan Xiao Nai dan Wei Wei malah bisa dibilang adem-ayem saja –mulus tanpa hambatan- yang ada malah kita di buat diabetes sangking manisnya mereka berdua. Nah berbeda di versi drama, konfliknya campur aduk – aku yang nontonnya jadi was-was.

“Haiz… makanan dari dewa memang tidak boleh dimakan, karena lambung orang awam sepertiku agak sulit mencernanya.” (hal. 203)

Dan jangan lupakan dengan kalimat-kalimat berupa sindiran di dalam buku ini. Karena hampir secara keseluruhan sindiran tersebut mengarah kepada tuan dewa. Hehehe. Dan yang di sindir malah biasa-biasa saja, semacam angin lalu di anggapnya.. ckckckc

Selain kisah manis dan kocak dari para tokohnya, membaca novel ini juga lumayan bisa menambah wawasan kita lohh. Tentang perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan Game Online. Dimulai dari dasar pembuatannya, pemilihan karakter, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan game online sangat menarik untuk kita telusuri. Ada bagian-bagian yang sebelumnya aku tidak tahu jadi tahu(karena selama ini Cuma jadi seseorang yang menikmati permainan bukannya yang membuat/menciptakan, heheh).

Nah, gimana dengan endingnya?? Hmm, dibagian ini ada sedikit kejutan yang tidak terduga dari penulis. Karena ada bonus chapter yang kocak pakek banget dan bikin ngakak. Nggak nyangka seorang penulis seperti Gu Man bisa melucu juga J

Well, secara keseluruhan novel ini aku rekomendasikan sangat untuk kamu yang penyuka game online dan penasaran seperti apa gambaran permainan game online di novel ini dengan dibumbui racikan romance yang manis (hingga meleleh). Dan yang penasaran dengan kata-kata sadis, kejam dan membunuh yang terucap dari si tuan Dewa – Xiao Nai..

“Kalau aku tahu suatu hari aku akan begitu mencintaimu. Aku pasti akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama padamu.” (hal. 411)


R A T I N G


No comments:

Post a Comment