Sunday, 28 May 2017

BOOK REVIEW | Mr. AB vs Miss O : WEDDING - SENSELLY


Judul Buku : Wedding; Mr. AB vs Miss.O
Penulis : Senselly
Editor : Cicilia Prima
Desainer Cover : Jang Shan & Dyndha Hanjani. P
Penata Isi : Yusuf Pramono
Penerbit : Grasindo
Jumlah Halaman : 212 halaman
Cetakan Pertama, Mei 2015
ISBN : 978-602-375-004-7

BLURB :

Shin Jun-Jae
Banyak yang mengatakan karakter tipe darah AB dan tipe darah O saling berkebalikan. Keduanya tidak mudah untuk menyatu. Mungkin itu memang benar, aku yang AB memang sulit menyatu dengan dia yang O. lalu kenapa harus gadis penjaga toko bunga itu yang membuatku jatuh cinta?

Han Ah-Reum
Banyak yang mengatakan karakter tipe darah AB dan tipe darah O bisa menciptakan kisah cinta yang warna-warni. Cih… rasanya itu mustahil. Kenapa aku harus jatuh cinta padanya? Pria bermata sipit sedikit sekali berbicara. Dokter gigi macam apa yang tidak suka tersenyum seperti itu?

Shin Jun-Jae, putra pertama dari keluarga Shin. Terlahir dengan marga itu membuatnya divonis terkena kutukan pernikahan. Jun-Jae akan menjadi lajang seumur hidupnya jika dia tidak segera menikah sebelum umur 30 tahun. Lalu, sekarang umurnya sudah 31 tahun. Apakah kutukan itu bisa dipatahkan setelah bertemu dengan Han Ah-Reum? Sayangnya, gadis itu memiliki kisah cinta yang rumit dengan dua pria berwajah sama. Kalau seperti ini, bagaimana caranya Jun-Jae bisa menikahi gadis itu cepat-cepat?



Kilas Balik Mr. AB vs Miss O : Wedding

Demi menghilangkan kutukan pernikahan yang sudah turun-temurun didalam marga keluarganya yaitu Shin. Shin Jun-Jae rela mengikuti semua keinginan Ibunya, termasuk bertemu dengan gadis ke-enam pilihan Ibunya untuk 'menjemput jodoh' (setelah sebelumnya Jun-Jae gagal meminang kekasihnya, Na-Ra karena pengkhianatan). Hingga Jun-Jae pada hari naas itu terlibat dalam skandal Sunday Affair di sebuah restoran - Caffest - yang bahkan baru dibuka.

Mulai hari itu, setiap hari minggu di Caffest terkenal dengan julukan Sunday Affair. Karena terjadinya dua kegaduhan sekaligus. Yang pertama adalah seorang playboy yang tertangkap basah oleh gadisnya. Dan yang kedua adalah seorang playgirl yang juga tertangkap basah oleh kekasihnya.

Jun-Jae percaya dengan prinsipnya jatuh cinta. Gadis yang bisa membuatnya terpesona dipertemuan pertama dan di pertemuan kedua pengakuan cinta. Hal itulah yang menjadi tekat dan keyakinannya untuk bisa memiliki dan memperistri Han Ah-Reum yang hanya seorang penjaga toko bunga – Garden - yang berhasil membuatnya terpesona dipertemuan pertama. Dan dengan sifat frontalnya yang tidak tahu tempat, Jun-Jae langsung mengajak Ah-Reum untuk menikah dengannya.

"Pertemuan AB dengan O akan menjadi sangat mengesankan. Karena itu, pria bertipe darah AB dengan gadis bertipe darah O bisa memiliki hubungan yang sangat unik." (hal. 22)

Rasa ingin memiliki itulah yang membuat Jun-Jae nekad mendekati Ah-Reum walaupun ia merasa kalau dirinya sangatlah frontal dan aneh dimata gadis itu, tapi ia tak perduli. Awal-awal kedekatan mereka masih ada kecanggungan satu sama lain, namun perlahan kecanggungan itu bisa mencair dengan mereka mau saling membuka diri dan puncaknya saat Jun-Jae mengaku di depan Ibunya, jika Ah-Reum adalah pacarnya.

“Memang tidak ada yang bisa menebak jalan pikiran seorang AB seperti Jun-Jae. Pria itu terlalu frontal, sikapnya yang kadang dingin dan kadang hangat membuat orang-orang di sekitarnya harus menyesuaikan diri.” (hal. 65)

Hubungan keduanya pun berlanjut ke tingkat pacaran yang sebenarnya. Seperti hubungan pasangan pada umumnya, kebahagiaan seakan tidak pernah surut dari wajah keduanya. Hingga pada suatu hari kemunculan seseorang di masa lalu mereka membuat mereka hampir goyah dengan hubungan yang baru terjalin.

Kebahagiaan tidak serta merta selalu menghampiri mereka, ada saatnya kisah mereka diuji. Semesta seakan ingin membuktikan kecocokan antara tipe darah AB dan O apakah bisa bersatu atau malah kebalikannya.

Sebuah rahasia terungkap dan kemunculan seseorang dari masa lalu membuat keduanya terombang-ambing dalam hubungan yang penuh dengan kesalahpahaman tanpa adanya komunikasi yang beriringan.

“Jatuh cinta adalah perasaan senang dengan kebiasaan selalu bersama dan merasa kehilangan saat berjauhan, dari situlah awal mula perasaan saling ketergantungan satu sama lain yang tidak bisa dibendung lagi.” (hal. 65)

***
Wedding merupakan buku kedua yang aku baca dari Blood Type Series setelah sebelumnya buku Stay; Mr. O vs Mr. A karyanya Sung Ie (dan Wedding termasuk buku pertama dari seri ini yang aku buat review-nya di blog). Dari buku kedua inilah aku baru sadar jika keterkaitan antara buku-buku Blood Type series  lainnya adalah ada pada restoran Caffest yang merupakan awal mulanya terjadinya Sunday Affair yang melibatkan tokoh-tokoh dari tiap buku Blood Type series  ini. Titik temu. Seakan Caffest ini adalah titik awal dari semua kejadian yang ada di Blood Type Series. Walaupun di buku Stay masalah Sunday Affair tidak terlalu dibahas hanya gambaran umumnya saja. Berbeda di buku Wedding ini, masalah awal timbulnya Sunday Affair dijelaskan (dan aku pun baru tahu sebab muasalnya kejadian Sunday Affair dari buku ini). Untuk Wedding sendiri masih menceritakan dua tokoh utama yang berbeda tipe darah. Shin Jun-Jae yang bertipe darah AB dan Han Ah-Reum yang bertipe darah O.

Nah, di Wedding ini sendiri poin yang menjadi masalah utamanya ada pada kutukan pernikahan yang menimpa Jun-Jae dan keluarganya yang bermarga Shin yang sudah turun-temurun. Perjuangan Jun-Jae untuk mematahkan kutukan pernikahan tersebut dan juga prinsipnya jatuh cinta mempertemukannya dengan Han Ah-Reum seorang gadis penjaga toko bunga yang bekerja pada Bibinya, Ran.

Dari seringnya aku menonton tayangan K-Drama aku jadi sedikit tahu bagaimana tradisi mereka (orang-orang Korea) soal jodoh atau tidaknya mereka dengan golongan darah tertentu. Bahkan seperti di Jepang, sampai ada satu tempat dimana nantinya para orang tua akan memajang foto-foto anak mereka sekaligus dengan golongan darahnya juga (seperti sedang membuka lowongan, yang bedanya mereka membuka lowongan untuk melihat dan mencari  pasangan anaknya kelak). *ini kalau akunya tidak salah ingat ada di Jepang, ntah di negara mana - aku pun lupa-lupa ingat.

Membaca kisahnya Jun-Jae ini lumayan bisa menghibur, dengan sifatnya yang kritis bicara, apalagi dengan jawaban langganannya yang hanya iya-iya – seperti sedang terkena penyakit syndrom iya iya (nggak bisa bayangin deh kalau di sekitar aku ada orang yang hanya menjawab Iya seperti Jun-Jae). Berbeda dengan Han Ah-Reum gadis manis yang untung saja berani mengkritik kebiasaannya Jun-Jae yang hanya menjawab kata iya. Jika saja Ah-Reum tidak protes ntah bagaimana nasib hubungan keduanya, mungkin tidak akan ada lanjutan – keburu Ah-Reum nya kabur, hehehe.

Cerita yang menggunakan setting Korea ini,tepatnya di Myeongdong tidak menonjolkan tempat-tempat indah yang ada di Korea atau penjelasan daerah-daerah tertentu, hanya gambaran umumnya saja. Yang bisa menandakan jika buku ini berlatar di Korea adalah pemilihan nama tokohnya, bahasa yang digunakan sehari-hari yang dicampur dengan menggunakan bahasa Korea, kebiasaan memukul bagian belakang oleh neneknya Ah-Reum (kebiasaan satu ini aku juga tahunya dari K-Drama yang aku lihat), dan masih adalagi kebiasaan-kebiasaan orang Korea yang ada di dalamnya. Namanya juga cerita berlatar K-Fiction.

Untuk konfliknya sendiri masih tergolong ringan sih. Dari awal membacanya aku sudah bisa menebak seperti apa alur cerita dan endingnya (sesuailah dengan dugaanku), walaupun dari karakter tokohnya terutama pada Jun-Jae itu yang diluar ekpekstasiku. Cara Jun-Jae berinteraksi memang menjadi saya tarik sendiri dan mudah diingat bagi pembaca hingga selesai membaca novel ini. Untuk karakter Ken sendiri menurutku kurang di eksplor. Terutama pada saat awal-awal hubungan Jun-Jae dan Ah-Reum, Ken bahkan tidak dimunculkan sama sekali, tiba-tiba saja muncul lagi sewaktu di Jeju. Kemunculan Ken di situ terasa di paksa untuk masuk (tiba-tiba sudah nongol saja). Kemunculan orang ketiganya juga kurang nendang, seperti kemunculan Na-Ra yang awal-awalnya agresif untuk mengejar Jun-Jae, namun makin kesininya perlahan terasa hambar.

Dari novel ini banyak hal yang bisa dipelajari terutama terkait sebuah hubungan, misalnya saja tentang sebuah hubungan yang harus dilandasi komunikasi dan kepercayaan. Terutama pada komunikasi. Karena tidak adanya komunikasi bisa menimbulkan kesalahpahaman yang awalnya hanya sepele bisa saja menjadi pemicu kesalahpahaman yang lainnya.

Penasaran bakal seperti apa jadinya jika Tipe darah AB dan Tipe darah O di satukan?? Langsung klik > disini <

Overall, novel ini aku rekomendasikan untuk kamu yang menyukai cerita romance dan berlatar Korea (K-Fiction) dan tentu saja yang penasaran dengan kecocokan pasangan antara gologan darah bertipe AB dan O.

“Pernikahan adalah sebuah gerbang yang akan membawa seseorang pada kebahagiaan yang berlipat ganda. Berkat Tuhan untuk orang-orang yang saling mencintai akan lebih banyak.” (hal.59)

R A T I N G 


No comments:

Post a Comment