Saturday, 1 April 2017

BOOK REVIEW | FINALLY, MR. RIGHT - SHITA HAPSARI


Judul Buku : Finally, Mr. Right
Penulis : Shita Hapsari
Penyunting : Fitria Sis Nariswari
Perancang Sampul : Titin Apri Liastuti & Labusiam
Pemeriksa Aksara : Intan Puspa
Penata Aksara : Martin Buczer
Penerbit : Bentang 
Cetakan Pertama, Agustus 2015
Jumlah Halaman : vi + 322 halaman 
ISBN : 978-602-291-116-6

BLURB :

Ava memiliki sejumlah impian tentang pernikahan idealnya. Salah satunya melangsungkan acara sakral itu secara tematik bersama Cindy dan Disti. Masalahnya hari pernikahan kedua sahabatnya sudah ditentukan tahun depan, sementara Ava sendiri masih jomblo!

Menurut Cindy dan Disti, jodoh yang diharapkan Ava terlalu konyol dan tidak realistis. Ava menyusun kriteria calon pendamping hidup berdasarkan karakter dan adegan dalam film-film favoritnya. Bahkan, ia merancang beberapa skenario untuk mengetes mereka.

Hans dengan sosok rockstar-nya, selesai. Didit dengan karakter bagai bintang Hollywood favorit Ava, kandas. Roki yang diakui Ava sebagai cowok ganteng dan rapi, gagal di kencan pertama. Lalu, ada Kenzo, seorang laki-laki yang cukup mendekati kriteria. Namun, setelah melalui tes rancangan Ava, masih ada saja yang membuatnya ragu.

Harapan Ava menipis. Bahkan, Kieran, partner bisnisnya yang masih lajang pun kini telah menemukan cewek incaran. Jadi, siapa yang akan menjadi lelaki yang tepat untuk Ava? Tidak hanya Ava yang bimbang, tetapi juga Cindy dan Disti yang ikut gemas. Rencana pernikahan tematik ini terancam gagal!


Finally, Mr. Right: Akhirnya Kamu di Hatiku

"Tiap orang punya prinsip dan idealisme masing-masing." (hal. 190)

Menceritakan tentang perjuangan dan kegigihan Ava untuk mencari jodohnya sendiri. Di saat kedua sahabatnya, Disti dan Cindy mulai merencanakan pernikahan mereka tahun depan, Ava di buat kalut dan merasa gagal perihal jodohnya sendiri. Dan rencana mereka untuk membuat pernikahan secara tematik pun terancam gagal. Dan kegagalan itu berasal dari kriteria cowok idaman ala Ava yang mempunyai standar tinggi dan ia pun kerap menbanding-bandingkan pasangannya dengan tokoh dan pemeran film favoritnya.

"Kamu butuh laki-laki tulen, bukan laki-laki yang kelihatannya aja loncat keluar dari novel roman." (hal. 243)

Berawal hubungannya dengan Didit yang menurutnya mirip Matt Damon itu kandas setelah menjalin hubungan 4 tahun lamanya, Ava pun menjalin hubungan dengan Hans sang rokstar yang sayangnya juga kandas. Di saat Ava mulai putus asa dengan jodohnya, dan pertemuannya dengan Roki yang tidak membuahkan hasil,  tiba-tiba saja Ava bertemu dengan kakak kelasnya, Kenzo di Reuni SMP. Berawal dari basa-basi dan pengakuan Kenzo yang dulu menyukai Ava dan networking Ava terhadap bisnis Avapora-nya yang mendapat respon yang baik dari Kenzo dan berjanji akan membantunya. Terjalinlah hubungan kedekatannya dengan Kenzo. Setelah melakukan beberapa kali pertemuan dengan Kenzo dan kejutan-kejutan yang diberikan Kenzo, Ava meyakinkan dirinya jika Kenzo telah sesuai dengan kriteria seperti yang selama ini di carinya.

Di saat Ava mulai menaruh harapan pada Kenzo, tiba-tiba saja Ava mulai meragukan sosok Kenzo. Berawal dari komentar Kenzo terhadap profesinya, keputusan diam-diamnya Kenzo ke Denpasar, dan diperbarui dengan janji-janji kecil yang gagal Kenzo tepati membuat Ava harus mengambil keputusan dengan cara menguji Kenzo dengan berbagai macam skenario drama yang disusun oleh Ava yang tentu saja di dukung dengan kedua sahabatnya.

Akankah Ava berhasil dengan rencana skenario dramanya untuk membuktikan Kenzo sesuai dengan apa yang di harapkannya selama ini?  Dan apakah Ava akan berhasil melaksanakan pernikahan tematiknya bersama Cindy dan Disti? Di lain pihak ada Kieran sahabat sekaligus partner kerjanya yang selama ini selalu menjadi tempat curhatnya mempunyai pasangan dan hal itu membuat Ava tidak nyaman dengan situasi yang dialaminya karena kehadiran orang baru.

"Aku tahu kamu nggak sempurna dan hidup kita nggak akan pernah seperti dongeng. Tapi, aku yang tak sempurna ini nggak sanggup hidup tanpa kamu yang nggak sempurna itu. Kurasa hidup kita akan spektakuler." (hal. 2)

"Untunglah cinta tidak pernah terlambat. Ia hanya datang dan pergi sesuai jadwalnya sendiri." (hal. 312)

Finally, Mr. Right by Shita Hapsari

Finally, Mr. Right mengisahkan tentang seorang perempuan yang galau karena belum mendapatkan pasangan yang sesuai dengan apa yang diharapkannya. Keinginannya untuk bisa segera menikah pun tidak berjalan mulus, di saat gadis seumuran dengannya sudah merencanakan pernikahan bahkan sedang mempersiapkan pernikahan mereka.

"..., aku memiliki misi untuk mencari seseorang yang bisa kujadikan sahabat saat suka dan duka." (hal. 182)

Yang membuat menarik dan berbeda dari tema yang sama dalam novel ini adalah  perjuangan Ava saat meyakinkan dirinya bahwa pasangannya saat itu sudah sesuai dengan apa yang diharapkannya melalui skenario drama yang disusun oleh Ava. Pengujian pasangan yang menurutku sangat konyol sekali. Dan yang membuatku salut dengan sosok Ava ini adalah Ava tetap pada pendiriannya untuk melaksanakan apa yang menurutnya benar dan perlu, tanpa peduli dengan idenya yang menurut temannya sangat tidak masuk akal.

Dan lagi selain kisah percintaan dan perjuangan kisah percintaan ala Ava, novel ini juga membahas tentang seluk beluk dunia kerja dalam berbisnis. Melalui karakter Ava yang seorang new-entrepreneur. Resiko berbisnis sendiri, keputusan-keputusan yang harus di ambil apalagi saat bisnis yang dirintis masih sangat baru.

Di ceritakan dari sudut pandang POV 3 dari sisi Ava, saya kurang menyetujui dengan idenya untuk mencari jodoh dan segala macam uji coba yang dilakukannya hanya untuk membuktikan pencariannya sudah tepat dan sudah sesuai belum dengan apa yang diharapkannya. Belum lagi ide konyol untuk bisa segera menikah hanya karena Ava dan dua sahabatnya ingin menjalani pernikahan secarat tematik *sangat konyol sekali. Jika iya mendapatkan jodoh pada saat itu juga, jika tidak? Apa mungkin akan menarik siapa saja untuk naik pelaminan bersama? Untung saja ini terjadi hanya pada dunia fiksi saja. J J

Untuk karakter tokohnya, saya lebih menyukai sosok Ava di saat ia sedang menekuni pekerjaan wirausahanya di banding saatia sedang melakukan uji coba pasangan. Karena sosok Ava di saat ia sedang fokus dengan Avapora-nya sangat menginspirasi siapapun yang membaca novel ini. Keberaniannya untuk lebih memilih berwirausaha sendiri yang keuntungannya bisa tidak tetap – naik turun -, belum lagi kerja kerasnya. Selain Ava, saya juga menyukai sosok Kieran, di balik sifatnya yang kalem dan cuek tapi ia menjadi pendengar yang baik, pantes banget dijadiin tempat pembuangan sampah curhatan Ava setiap kamisan mereka. Dan lagi cara Kieran mendorong temannya (Mia dan Ava) untuk tetap semangat merintis usaha mereka masing-masing walaupun jatuh bangun, dan cara ia memberi memotivasi kepada Ava saat Ava kehilangan barang jualannya di bazaar.

Satu hal yang menjadi tanya bagi saya, tidak berpengaruh sebenarnya, hanya saja saya penasaran dan bertanya-tanya. Siapa yang mengambil 3 tas yang hilang saat di Bazar? Saya sampai menuduh Kenzo loh yang mengambilnya (ntah untuk alas an apa, dan tuduhan saya pun tidak beralasan). Hehehe. Karena hingga akhir cerita pun nasib si tas tidak ada endingnya.

Ada satu pesan yang membekas setelah membaca novel ini, yaitu tentang jodoh – pasangan hidup. Kita tidak pernah tahu siapa yang kelak akan menjadi pasangan jodoh kita. Mana tahu tanpa kita sangka-sangka ternyata orang yang selama ini berada di dekat kita itulah yang akan menjadi jodoh kita kelak.


So, yang sedang mencari bacaan yang ringan dan unik, novel ini saya rekomendasikan untuk jadi bahan bacaanmu selanjutnya. Selain perjuangan Ava mencari pasangan dan berbagai macam uji coba dan skenario dramanya, kisah orang tuanya juga menjadi pemicu awal kenapa Ava sampai harus melakukan rangkaian skenario drama untuk pasangannya sendiri.

"Kadang-kadang -karena nggak mau kecewa- begitu kamu menaruh harapan pada seseorang, kamu lantas mengesampingkan apa yang sebenarnya kamu butuhkan." (hal. 91)

R A T I N G


No comments:

Post a Comment