Thursday, 9 February 2017

BOOK REVIEW | The Wedding Storm - Zachira

Penulis : Zachira
Editor : Fenti Gemala
Desainer Kover & Ilustrasi : Chyntia Yanetha
Penata Isi : Novita Putri
Penerbit : Grasindo
Terbit : 2015
Jumlah Halaman : viii + 192 hlm
ISBN : 978-602-251-901-0

Book Sinopsis :


Marriage Proposal 
Cincin pertunangan batu rubi
Calon suami keren dan karier bagus
Lamaran ke rumah
Wedding Organizer profesional
Undangan
Gaun Pengantin

Yes, I should be a very happy bride

Itulah yang dipikirkan Kirana saat kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan kuliah S2 di Spanyol. Janji pernikahannya dengan Lando, seorang sutradara film, membawanya pada harapan tentang pernikahan yang dia impikan. Tapi impiannya terancam buyar tatkala Kirana mengetahui Lando menyimpan rahasia. Rahasia fatal yang akan mengahncurkan pernikahannya. Jika Kirana tidak melakukan sesuatu, pernikahannya bisa batal atau lebih buruk, Lando akan menceraikan dirinya dan membuatnya jadi janda tidak lama setelah menikah.

Kirana bertekad tidak akan menyerah. Seharusnya ... Tapi apa jadinya jika kekacauan dan badai pra pernikahan ini membuatnya mempertanyakan lagi arti pernikahan?

Does happiness still exist if the one i love is the one who hurts me most?


The Wedding Storm

Karena berpegang teguh dengan prinsipnya sendiri yang tidak ingin berpacaran dengan temannya sendiri, membuat Kirana Herwandi sulit untuk mendapatkan teman kencan dan semacamnya. Hingga suatu hari, atas desakan teman satu apertemennya di Sevilla yaitu Stella, akhirnya Kirana mau menemani Stella ke Barcelona karena ada acara perkumpulan mahasiswa Indonesia. Namun setiba mereka di Barcelona, ternyata mereka harus ikut berpartisipasi dalam sebuah syuting film Indonesia yang kebetulan sedang mengambil proses syuting di Citadel Park.

Air Mancur La Cascada - Citadel Park, Barcelona


Saat semua orang sedang beramah tamah dengan yang lainnya, tiba-tiba pandangan Kirana jatuh pada sosok laki-laki yang sebenarnya terlihat tampan namun menjadi aneh karena memakai topi berwarna merah berlogo Manchester United dengan pakaian serba hitam yang ternyata adalah si sutrada film. Saat mata mereka bertemu Kirana merasa ada sesuatu yang lain di dalam dirinya.

Saat proses pengambilan gambar di sebuah danau, Kirana tidak pernah bernasib baik jika sudah berhadapan dengan air. Terbukti Kirana tercebur ke dalam air karena hilang keseimbangan di atas perahu. Dan dengan terpaksa memakai baju merah pinjaman dari si sutradara, Kirana terlihat seperti fans fanatic MU saja. Karena tidak percaya diri dengan pakaiannya, Kirana memilih tidak jadi ikut rombongan dengan Stella. Saat sedang memikirkan ingin pergi kemana, tiba-tiba saja si sutradara menegur sekaligus menyapanya dan mereka berkenalan dan mengobrol sesaat hingga si sutradara mengajaknya makan malam.

Pertemuan Kirana dengan si sutradara, Orlando Chrismawan berlanjut ke hubungan ntah apa namanya, Kirana pun tak paham. Karena mereka melakukan semua persis apa yang dilakukan oleh orang yang sedang berkencan. Menelusuri tempat-tempat bersejarah yang ada di Spanyol dan Salliva. Hingga saat Lando akan pulang ke Indonesia, tiba-tiba saja Lando melamarnya. Lando tidak memaksanya untuk memberi jawaban langsung, lando memberinya waktu dan Lando akan tetap menunggu jawabannya itu.

Seminggu setelah kepulangannya ke Indonesia, Kirana belum sekalipun bertemu dengan Lando. Merasa kurang yakin, apakah Lando masih menunggunya. Namun hal itu tidak membuat Kirana mundur untuk menyewa jasa WO yang kebetulan dikelola oleh kembarannya Stella, Farrel. Farrel yang awalnya dikira adalah seorang Gay karena gaya dan tingkahnya tidak memperlihatkan kalau ia cowok tulen, hanya tampilan wajahnya saja yang menegaskan kalau Farrel berjenis kelamin laki-laki.

Saat semua persiapan pernikahan sudah hampir 100% selesai, tiba-tiba saja Kirana mendapati informasi yang sangat mengejutkan dari Farrel tentang calon suaminya itu. Nama calon suaminya yang juga tertera di undangan pernikahan artis yang sedang marak dibicarakan, Jessica Malik yang calon suaminya masih dirahasiakan.

Segala cara dilakukan oleh Kirana agar Orlando tetap menikahinya. Bahkan yang konyol pun dilakukannya. Kirana terus memancing kejujuran Orlando untuk mengakui tentang pernikahannya yang lain, namun tak berhasil.

Di  sisi lain, ada Farrel, si pemilik WO dan Andrea sahabatnya yang selalu menyemangatinya. Andrea yang selalu memojokkan kaum adam yang semena-mena, apalagi seperti kelakuan Lando yang tidak bertanggung jawab dan Farrel yang berada di tengah-tengah situasi.

Belum kelar dengan masalah pernikahan yang akan menjadi kenyataan atau tidak, tiba-tiba saja Kirana dikejutkan dengan penuturan Lando atas kabar miring yang di dengarnya selama ini.

Bagaimana dengan kelanjutan pernikahan Kirana dan Lando? Apa yang dikatakan Lando? Apakah benar kalau Lando akan menikahi dua wanita (Kirana dan Jessica, si artis) dalam bulan yang sama lalu menceraikan salah satunya saat mereka sudah menikah? Tindakan gila seperti apa yang sedang dilakonin oleh Lando?

“Sebenarnya apa pernikahan itu? Bagaimana bisa orang lain melaluinya dengan penuh sukacita dan segala keindahan ala negeri dongeng, sementara bagiku bisa begini menyiksa?” – Kirana (hlm. 132)

The Wedding Storm by Zachira

WAWW… Kalau boleh jujur saya speechless baca novel ini. Ini pertama kalinya saya berkenalan dengan karyanya Zachira, dan saya dibuat takjub dan terkagum-kagum dan juga salah satu korban shock Therapy dari kisah di novel ini. Dan saya sangat-sangat menyesali karena beberapa hari yang lalu saya selalu menunda-nunda untuk membacanya. Setelah saya menyelesaikan novel ini, siapa yang menyangka kalau novel ini menyimpan sesuatu yang sangat diluar dugaan (karena sebelumnya saya memang tidak pernah googling novel ini).

Semuanya tidak terduga sama sekali (walaupun saat isu pernikahan Jessica merebak, dan pembahasan Jessica selalu berulang-ulang, saya di sini sudah curiga, pasti nantinya akan menjadi konflik puncaknya dan ada kaitannya dengan Lando. DAN tadaaa, tebakan saya benar. Yeyyy). Sedangkan untuk dibagian-bagian lainnya saya selalu menebak-nebak dan selalu saja diluar ekspektasi saya. Konflik yang campur aduk (belum kelar masalah yang satu datang lagi masalah yang baru) namun mampu membuat emosi saya naik turun. Apalagi di saat konflik puncaknya, rasanya Lando pengin banget saya rajam biar jera. Dari awal masalah yang dihadapi Kirana dengan pernikahannya memang sudah tercium tidak beres. Perkenalan singkat lalu lamaran dan rencana pernikahan. Namun lagi-lagi saya dibuat terkejut dengan penuturan Orlando, bener-bener. Kejam banget memang si Lando ini. Saya jadi menyesalkan pengaharapan Kirana terhadap pernikahannya dengan Lando. Apalagi melibatkan Farrel dan Andrea yang tak terduga.

Diceritakan dari sudut pandang orang pertama yaitu Kirana, membuat saya sangat-sangat memahami bagaimana depresi dan frustasinya Kirana. Di saat pernikahan di depan mata, masalah seakan-akan enggan untuk menjauhinya. Alur cerita yang tidak mudah ditebak membuat novel menjadi lebih menarik dan semakin dibuat penasaran, hingga saya pun enggan untuk meninggalkannya.

Kompleks Alcazar, istana kerajaan di Sevilla, Spanyol


Di awal cerita kita akan di ajak Kirana untuk ke tempat-tempat yang menarik dan bersejarah yang ada Di Spanyol dan Salliva, seperti kompleks Alcazar salah satunya. Penjelasannya pun cukup mendetail seakan kita seperti berada di tempat yang sedang mendengarkan seorang tour guide menjelaskan tempat-tempat yang kita kunjungi. Ada juga tentang pandangan Farrel tentang Bully. Saya benar-benar takjub dengan penjelasan tentang Bully di novel ini. Bully tidak hanya tentang seseorang yang di anggap lemah, tapi juga tentang menghibur teman memberi canda tawa kepada teman-teman, dan juga bisa melindungi teman yang ingin kita lindungi. Tergantung seperti apa kita mengambil makna dari perlakuan bully tersebut.

Untuk karakter favorit saya di novel ini, saya sangat mendambakan si kembar. Yang tentu saja kakak Farrel (yihuu) yang perhatian dan teman yang super duper pengertian (the best banget untuk sosok Farrel ini). Lalu ada Stella, sahabat yang rela-rela terbang jauh, selalu mensuport tidak menyalahkan atas tindakan gila Kirana. Untuk bagian favorit saya yang sangat membekas adalah pada saat tingkah konyol saudara kembar ini sedang berdebat tentang arah jalan, hehhe. Rasanya lucu sekali. Memang benar yaa, walaupun kembar bukan berarti punya watak yang kembar juga kan, pasti ada perdebatan-perdebatan kecil dan kejengkelan yang terjadi di antara keduanya.

Saya sangat penasaran dibagian akhirnya. Kenapa tiba-tiba Farrel yanga menemaninya pergi ke luar negeri?  Saat di telpon, Andrea sudah berjanji akan menjelaskna. Namun sampai di akhir cerita pun tidak di jelaskan kenapa. Yang ada malah saya lagi dan lagi di beri kejutan yang tak terduga dan bertanya-tanya. Wah-wah saya malah tidak menyangka kalau akhirnya akan jadi seperti itu.

overall, novel ini sangat saya rekomendasikan untuk kamu jadikan read-list kamu selanjutnya. Benar-benar selanjutnya bukan hanya sekadar read-list. Karena di novel ini kita akan menemukan sesuatu yang baru, cerita yang berbeda namun banyak memberi kita pelajaran tentang arti sebuah pernikahan dan sebuah hubungan yang sebenarnya.


“Karena pernkahan itu buakn hanya soal cinta, Ran. Ada yang lebih penting dari sekadar cinta. It’s all about faith, teamwork, and commitment. Aku tahu cinta itu penting, tapi nggak ada yang tahu bentuk cinta itu sendiri tanpa tiga hal itu.” – Farrel (hlm. 163)

 R A T I N G


3 comments:

  1. Replies
    1. iyaa, bacaan yg lumayan ini untuk mengisi kebosanan ;)
      Rekomended juga

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete