Thursday, 2 February 2017

BOOK REVIEW | Love Fate - Sari Agustia

LOVE FATE
Penulis : Sari Agustia
Editor : Pradita Seti Rahayu
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : April, 2015
Jumlah Halaman : 244 hlm
ISBN :978-602-02-6097-6

Book Sinopsis :


Kata orang, pernikahan yang kupunya ini sempurna.


Karier kami sama-sama menanjak. Sejak dua tahun lalu, kami mulai tinggal di rumah sendiri. Tak hanya itu, kami pun membekali diri kami masing-masing sebuah mobil untuk bepergian setiap harinya. Oh ya, kami juga punya dana untuk travelling keluar negeri — setidaknya sekali dalam setahun — dan berkunjung ke rumah Ambu di Bandung atau rumah Bapak serta Ibu Mertuaku di Malang.

Hanya satu yang sebenarnya menggangu: keturunan. Lima tahun bahtera ini berjalan, belum juga hadir si buah hati.


Kami tak pernah menunda. Tak pernah juga mempermasalahkannya. Dan... tak pernah juga membicarakannya.

Bagaimana ini...

Suamiku sebenarnya mau punya anak atau tidak?


Yang ke dokter hanya aku. Yang mau adopsi hanya aku. Masa hanya aku saja yang berusaha?


Love Fate : Perjuangan Seorang Wanita Karier Untuk Mendapatkan Momongan 

Dari zaman dulu sampai sekarang masalah dalam pernikahan memang tidak jauh-jauh. Tergantung situasi yang sedang di hadapi setiap pasangan. Seperti halnya yang di alami oleh tokoh di dalam novel ini, Bhas dan Tessa. Sepasang suami istri yang sudah menikah 5 tahun lamanya. Kehidupan rumah tangga mereka serba kecukupan, apalagi mereka sama-sama mempunyai pekerjaan yang sangat memadai. Hanya saja satu hal yang diam-diam mulai terasa saat kunjungan mereka ke pernikahannya adik Bhas di Malang. Pertanyaan seputaran tentang 'kapan punya anak?', 'sudah diperiksa ke dokter'? 'kamu dan Bhas sehat-sehat aja kan?'. Membuat Tessa yang awal-awal biasa saja, membuatnya tak bisa lagi diam. 

Kepulangannya dari Malang, Tessa bertekad ingin berkonsultasi ke dokter. Apalagi tak lama dari kepulangannya itu Indah, adiknya Bhas hamil. Namun sayangnya Bash menolak ajakannya, hingga Tessa terpaksa berjuang sendiri. Pertemuannya dengan Kanti seorang cleaning service yang sedang hamil anak kelimanya, membuat Tessa semakin yakin untuk berkonsultasi dan terus membujuk Bhas untuk ikut bersamanya ke dokter.

Hingga kabar mengejutkan datang Tessa dinyatakan hamil. Setelah beberapa kali berobat. Kabar itu langsung tersebar ke sanak saudaranya dari pihak Bhas dan Tessa. Mungkin kebahagiaan masih ingin menjauh dari Bhas dan Tessa, tepat 2 bulan kehamilannya, janinnya terpaksa di bersihkan dari rahin karena tidak ada lagi pertumbuhan dan perkembangan dari si calon bayi. 

Cukup sudah dengan musibah yang dihadapinya, tidak membuat Tessa menyerah. Tessa ingin mengadopsi anak Kanti yang masih di dalam kandungan. Namun sayangnya di tentang keras oleh Bhas.

Apa keputusan yang dipilih Tessa, tetap mengadopsi atau menurut dengan Bhas? Di lain pihak ternyata Bhas menyimpan sebuah rahasia besar yang kemungkinan dapat memicu mereka tidak dapat mempunyai momongan.

Love Fate - Sari Agustina

Saya salah satu penggemar cerita tentang pernikahan. Ntah kenapa membaca kisah-kisah tentang pernikahan membuat saya banyak belajar dan paham, kalau menikah itu tidak serta merta tentang kebahagiaan, namun ada kesedihan, kepahitan yang akan menyertai di dalamnya. Dari awal saya baca sinopsisnya langsung dibuat penasaran, karena masalah sebuah pernikahan kali ini adalah tentang belum hadirnya seorang anak di tengah-tengah keluarga yang  hampir sempurna jika saja sang anak hadir di tengah-tengah mereka.

Jika kalian berada di posisinya Tessa, apa yang kalian lakukan? Memilih tetap mengadopsi atau malah mengikuti apa kata suami? 

Membaca novel ini membuat saya sadar dan sedikit terbayang akan masa depan. Akan seperti apa kehidupan rumah tangga saya nanti. Sebuah misteri yang mungkin tidak akan terpecahkan jika belum melakukan yang namanya pernikahan. Melihat perjuangan Tessa untuk berobat dan konsultasi dengan dokter walaupun tidak di dukung oleh suami suatu hal yang luar biasa menurut saya. Karena, di satu sisi bukankah seorang istri itu harus menurut apa kata suami? Namun bagaimana dengan posisi Tessa.

Di ceritakan dari sudut pandang orang pertama yang lebih banyak dari sisi Tessa, membuat saya sangat paham (walaupun saya belum menikah) bagaimana perasaannya. Apalagi di tambah ibu mertua yang luar biasa nyinyirnya, kadang membuat saya kesal juga. Tessa yang berjuang sendiri, Bhas yang cuek-bebek, huftt bener-bener deh novel ini bikin emosi jungkir balik melihat kondisi rumah tangga mereka berdua. 

Ada dua bagian (kalau saya tidak salah ingat) dari sudut pandang Bhas, dan disini juga lebih terlihat seperti pembelaan diri seorang Bhas. Dan lagi ada kejutan dari penuturan Bhas di bagian ini yang 'mungkin - bisa jadi juga' menjadi hal yang paling penting kenapa Bhas dan Tessa belum mempunyai anak hingga pernikahan mereka 5 tahun.

Di awal-awal ceritanya mungkin sekitaran 6 bab, itu ceritanya terlalu banyak penjelasan yang membuat novel ini sedikit bosan dan jenuh buat saya saat membacanya. Seperti penjelasan tentang adat-adat pernikahan dan bla-b bla bla lain sebagainya, menurut saya itu sih tidak terlalu penting, tapi bagus juga sih bisa menambah wawasan pembaca tentang suku jawa dan hal-hal kecil lainnya. Untuk dialognya terkadang menggunakan bahasa Jawa dan Sunda, tapi oke lah, karena di dalam novel ini terdapat writer's note-nya sehingga memudahkan pembaca untuk langsung memahami apa yang sedang tokohnya bicarakan.

Perjuangan seseorang di dalam novel ini sangat terwujud dalam sosok Tessa yang terus berjuang untuk mendapatkan momongan. Rasanya sangat miris , jika kita melihat ke luar ke dunia nyata pasti ada sebagian yang merasakan hal sama seperti Tessa. Dan saya jadi bertanya-tanya ke kaum adam dan ibu mertua di luar sana; belum cukupkah pengorbanan dan perjuangan seorang perempuan dengan tekanan dimana-mana, apalagi dengan ibu mertua seperti ibu mertua Tessa? Kenapa pernikahan yang belum dihadirkan seorang anak, kenapa yang di salahkan hanya perempuan? Seakan-akan perempuan hanya untuk di nikahkan lalu melahirkan anak. (Di bagian ini lumayan banyak mengeluarkan emosi saat saya membaca, apalagi melihat perjuangan Tessa).

Untuk endingnya? sangat-sangat diluar ekspektasi saya 'banget'. Kenapa sih harus seperti itu? Maunya walaupun mereka sudah ...... (sponsor lewat), aaahh rasanya pengin bertanya langsung ke penulis, kenapa cuma segitu aja sih kakak penulis yang budiman?
Memang sih alur dan ending tidak semuanya bisa memuaskan pembaca dan saya pikir juga memang begitu porsi untuk kisahnya Tessa dan Bhas. Mungkin kalau di lanjutkan pun nantinya malah semakin tidak logis.

Overall, novel ini sangat cocok untuk dibaca oleh kaum perempuan yang sudah menikah maupun yang akan menikah, yang belum menikah juga boleh. Terkhusus untuk para lelaki sebaiknya anda membaca kisah ini, agar kalian tahu seberat apa beban yang dipikul oleh seorang perempuan yang berstatus istri.

R A T I N G


2 comments:

  1. Endingnya gimana? Waduh... jadi penasaran deh. Cari bukunya aaaah...

    ReplyDelete
  2. R.A.H.A.S.I.A ^-^
    ntar jadinya spoiler dong
    heheheh ;)

    ReplyDelete