Wednesday, 15 February 2017

BOOK REVIEW | Kimi no Hitomi ni Hikari - Zachira

Kimi no Hitomi ni Hikari : Secercah cahaya di musim semi


Penulis : Zachira
Editor : Fanti Gemala
Desainer kover & ilustrasi : SAS Studio
Piñata isi : Novita Putri
Penerbit : Grasindo
Terbit : 2014
ISBN : 978-602-251-677-4

Book Sinopsis :

Sembilan tahun kuhabiskan hidupku dalam kegelapan. Merasa mustahil setitik cahaya bersedia menyelimuti dinginnya pekat yang kurasakan.

Kazu, satu-satunya yang memberiku harapan akan cahaya lain yang menawarkan kehangatan. Kazu, sekarang cahaya itu tidak lagi pergi dariku. Kegelapan bukan lagi temanku. Karena itu aku disini. Mencoba lagi menemukan cahaya kita. Menemukan cahaya kita. Mencoba percaya apa yang pernah kita miliki adalah nyata. 

Seharusnya begitu. Namun, justru saat kau berusaha meraihku, keraguan menderaku. 
Tentang siapa dirimu.
Katakan padaku, Kazu...
Siapa sebenarnya dirimu?


Kimi no Hitomi ni Hikari : Secercah cahaya di musim semi

“Selama Sembilan tahun, pemandangan yang ia saksikan detik ini hanya bisa ia bayangkan dalam mimpi. Dan saat ini, keajaiban telah membawanya pada cahaya yang sesungguhnya. Cahaya yang berwujud penglihatan.” – Rika (hlm. 7)

Rika Sawaguchi, selama sembilan tahun lamanya ia sudah merasakan yang namanya kegelapan dalam abadi yang hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang kurang beruntung dan itu termasuk dirinya. Kekacauan yang di sebabkan oleh Ibunya sendiri menyebabkan Rika kehilangan kedua penglihatannya dan juga kebahagiaannya sendiri. Apalagi tak lama kemudian Ayahnya menyerah karena penyakit yang di deritanya karena terlalu bekerja keras demi biaya operasi mata Rika. Namun Sembilan tahun kemudian, keajaiban itu datang melalui sepupunya, Nozomu. Rika mencurigai Nozomu mendapatkan uang sebanyak itu dari hasil yang tidak benar, walaupun tidak dibenarkan oleh Nozomu, Rika tidak mempercayainya begitu saja.

Setelah kepulangannya dari rumah sakit, ketika sedang membereskan barang-barangnya, Rika melihat sebuah CD dari band terkenal Le Zenith yang minati banyak orang. Rika pernah melihatnya di papan billiboard raksasa yang menampilkan tampilan band Le Zenith, sesaat Rika merasa ada sesuatu yang menarik perhatiannya untuk melihat lebih seksama personil band tersebut, hingga tiba-tiba saja ia mendengar suara yang sangat tidak asing dan familiar dari vokalisnya, membuat jantungnya berdebar. Sesaat Rika berpikir, apakah mungkin … itu adalah sosok masa lalunya yang menjadi cahaya hidupnya semenjak tiga tahun lalu (?)

Tiga tahun lalu Bibinya yang di Tokyo mengajaknya untuk berlibur di rumahnya. Dengan dukungan dari Yuka Obaachan (nenek) dan Nozomu, Rika akhirnya pun mengiyakan, walaupun ia ragu karena kekurangannya. Di Tokyo Rika tidak pergi kemana pun karena sepupunya Yuri seakan enggan untuk berdekatan dengannya. Padahal dulunya mereka sangat akrab. Suatu hari bibinya meminta Yuri untuk mengajak Rika keluar rumah, tanpa bibinya tahu kalau Rika mengizinkan Yuri melihat konser band yang sangat disukainya, Le Zenith. Dan karena itu konser itu pula yang menyebabkan Yuri meninggalkan Rika di sebuah Café dan saat berjalan pulang ia hampir saja tertabrak kalau tidak selamatkan oleh cahaya hidupnya, Kazu.

Rika hanya tahu namanya Kazu, suka membicarakan tentang music, dan selalu mengeluhkan tentang seseorang yang bernama Goro. Sejak pertemuan pertama itu, Rika mulai memikirkan sosok Kazu dan dengan keberaniannya 2 minggu dari pertemuan Rika pun menelpon Kazu dengan sped dial nomor satu. Sejak saat itu Rika dan Kazu mulai intens berkomunikasi dan saling memberi kabar dan kegiatan apa saja yang mereka lakukan seharian. Keduanya seakan tidak menampik perasaan yang timbul dibenak masing-masing. Hingga kejadian tiga tahun lalu menghancurkan semua mimpi-mimpinya bersama Kazu.

Nozomu memintanya untuk menggantikan dirinya yang tidak bisa hadir ke acara khsusus fan Le Zenith. Awalnya Rika tidak mau, dengan paksaan akhirnya Rika mengiyakan. Dan seakan Tuhan ingin mempertemukan kebahagiaannya yang dulu sempat hilang. Di saat Rika sedang berdesak-desakkan dengan fans-fansnya Le Zenith tiba-tiba saja ada orang yang tiba-tiba saja menariknya, dan  membuantya sangat terkejut. Dan lebih dikejutkan  lagi ternyata yang menariknya adalah KAZUnya. Kazu cahaya hidupnya yang dulu ditinggalkan karena seseorang. Dan Kazunya adalah seorang vokalis dari band terkenal yang sangat digilai-gilai oleh dua sepupunya, Haru.

Di sisi lain ada seseorang yang sedang berdiri mematung melihat kejadian itu, dan merasa dirinya sudah kalah cepat. Untuk kedua kalinya ia kehilangan harapan untuk bersama Rika yang sudah di tolongnya tiga tahun lalu. Iya. Seseorang yang berdiri mematung itu adalah Kazu yang sebenarnya. Kazu yang merelakan Rika untu bersama Kazu yang lain bukan Kazu dirinya.
Siapa sebenarnya sosok Kazu yang sebenarnya?

Kebahagiaan sedang memuncak saat Haru berjanji akan memulai semuanya dari awal seperti tiga tahun lalu, tiba-tiba saja Rika dikejutkan dengan apa yang menjadi sebuah rahasia yang tidak pernah diketahuinya dari Haru dan lagi status Haru yang baru diketahuinya.

Saat semua masalah semakin rumit dan memusingkan Rika hingga membuatnya drop dan sempat mengalami kebutaan sementara, ia dibingungkan dengan sosok Kazu yang sebenarnya. Akankah Rika akan berhasil memecahkan masalahnya dan bertemu kembali dengan Kazunya yang beraroma mentol kesukaannya?

“Bukankah ini sangat ironis? Di saat aku menganggap keberadaanmu adalah cahaya bagiku, aku adalah bayangan gelap dalam hidupmu. Dan tak ada yang memungkiri hal itu.” – Rika (hlm. 3)

Kimi no Hitomi ni Hikari by Zachira

Kimi no Hitomi ni Hikari, menceritakan tentang sebuah harapan dari seseorang yang dicintai. Harapan. Pertemuan Rika dengan Kazu memberinya harapan. Harapan karena meski mereka telah berpisah, kenyataan masih tetap sama. Rasa cinta yang dimiliki Rika untuk Kazu masih ada, baik dihati Rika maupun Kazu yang juga tampak bahagia bertemu dengan dirinya (hlm. 123). Cinta tidak hanya memandang dari fisik yang sempurna, namun juga hati yang bersih. Dan hal itulah yang membuat ‘dua’ Kazu tidak bisa untuk memalingkan wajah mereka dari Rika, bahkan untuk melepaskannya pun sulit. Begitu juga dengan Rika yang sadar akan kekurangannya sendiri, namun tidak mampu untuk melupakan Kazju dari benaknya. Dan dari kisah ini juga kita bisa melihat bahwa cinta itu sederhana.

Untuk karakter tokohnya saya rasa, saya menyukai semuanya. Karena semua tokoh mempunyai peran yang sama kuatnya. Seperti halnya Kenji anggota band dari Le Zenith, walaupun Kenji bukan peran utama dalam novel ini, dengan sifatnya yang santai dan usil membuat novel ini tidak menjadi mellow. Malah ada bagian yang membuat saya gemas sekaligus kesal dengan Kenji ini karena tidak bisa menjaga mulutnya yang asal nyablak. Ada Nozomu, sepupunya Rika sekaligus yang menjadi perantara antara Rika dengan Kazu. Jika tidak ada Nozomu ntah bagaimana dengan nasib hubungan Rika dan Kazu, jadi saya sebagai fansnya Kazu ‘asli’ tentu saja sangat berterima kasih dengan Nozomu.  Ada tokoh Haru sekaligus vokalis Le Zenith yang mengaku sebagai Kazu kepada Rika. Dari awal saya memang sudah kurang sreg dengan sosok Haru ini. Haru ini terlalu banyak mengumbar janji, walaupun apa yang diucapkan memang sesuai dengan apa yang di rasakannya kepada Rika, namun sosok Fujisawa Akina tidak bisa membuatnya langsung memilih. Dibagian ini jujur saya dibuat campur aduk dan ikutan kesal dengan tingkah Haru.

“Kau tahu, Rika-chan? Serius. Kau harus membersihkan ponselmu itu. Meskipun kau itu mungkin agak jorok, tapi membiarkan debu menempel di ponselmu itu berbahaya.” – Tetsuji (hlm. 79)

Yang terakhir dan tentu saja yang paling aku sukai dari tokoh lainnya adalah Tetsuji, sang leader Le Zenith yang mempunyai rahasia yang membuat saya berdecak kagum. Dengan sikapnya yang dingin dan sedikit keras tidak membuatnya menjadi sosok yang menyebalkan namun malah sebaliknya. Saya suka cara Tetsuji menghibur Rika, bukan karena gombal, tapi memang seperti itulah gayanya Tetsuji.  Dan masih ada lagi tokoh-tokoh lainnya yang tidak kalah penting yang juga mewarnai kisah di novel ini. Seperti Yuka Oboochan, neneknya Rika.

Diceritakan dari sudut pandang orang ketiga antara Tetsuji dan Rika. Namun lebih banyak di fokuskan kepada Rika, walaupun ada beberapa bagian Tetsuji juga. Di POV 3 Rika saya bisa memahami bagaimana rasa kecewanya terhadap ibunya sendiri yang tega melakukan sesuatu yang menyebabkan hancurnya keluarganya sendiri. Pertemuannya dengan Kazu dan perasaan kurang percaya dirinya sendiri karena kebutaannya yang merepotkan banyak orang terutama keluarganya sendiri dan juga Kazu. Dan juga harapannya terhadap sesuatu yang telah ditinggalkan tiga tahun yang lalu. Penulis menggambarkan perasaan dari tiap-tiap tokohnya begitu hidup, membuat saya terhanyut dengan setiap kata dan ungkapan perasaan dari tiapto kohnya terutama Rika.

“Kau mau tahu? Aku memasak sendiri karena di tempat ini ada begitu banyak kera kelaparan dan tugasku memberi makan mereka.” – Kazu
“Oh, jadi kau induk kera?” – Rika
“Hmm… semacam itu.” – Kazu (hlm. 78)

Bagian yang menjadi favorit saya. Di saat Rika menelpon Kazu untuk pertama kali, ternyata Kazu sedang memasak untuk kera. Dan kera yang dimaksud disini adalah tentu saja personil Le Zenith dan induk tentu saja sang leader yang sedang memasak untuk mereka. Hehehe ada-ada saja julukan dari Kazu untuk anggota memberinya.

Diceritakan secara alur maju dan mundur untuk masa lalu Rika yang menjadi pemicu awal dari konfliknya. Dan saya menyukai dan merasa sangat puas dengan cara penulis menjelaskan dan menggabung antara masa lalu dan masa sekarang. Tidak ada yang janggal menurut saya, semuanya terasa pas sesuai alur ceritanya. Untuk penyelesaian konfliknya terasa mengalir apa adanya sampai penyelesaian akhir dari konfliknya. Dan yang paling saya sukai dari penulis Zachira adalah ending ceritanya yang selalu mengejutkan bagi saya. Apalagi saat sebelum epilog, saya kira Rika memang berakhir dengan si itu. Tapi ternyata saya, dan saya sangat-sangat setuju kalaua Rika berakhir dengan si yang satu itu. (aawwww pasangan yang manis). Apalagi dengan kejutan-kejutan yang tak terduga dari ceritanya.

Oiya ada satu hal, yang membuat saya bertanya-tanya. Kemana ibunya Rika? Karena hanya di ceritakan sekilas tentang sosok ibunya di masa lalu. dan kemudian tidak ada pembahasan lagi. Dan itu membuat saya penasaran. Tidak ada penyelesaian antara Ibunya, nenek rika dan Rika tentang masa lalu keluarga Rika.

Setelah menyelesaikan bacaan novel ini, banyak hal yang bisa dipetik dari kisahnya Rika ini, diantaranya tentang cinta yang timbul karena terbiasa. Seseorang yang membuat kita nyaman dan terbiasa akan kehadirannya. Seperti halnya yang terjadi pada Haru.


Overall, novel yang manis untuk pecinta romance dengan sebuah harapan akan perasaan. Dan novel ini wajib untuk menjadi read-list kamu selanjutnya. 

R A T I N G


No comments:

Post a Comment