Monday, 6 February 2017

BOOK REVIEW | Dunia Tak Seindah Pelangi - Stella Ernes

Dunia Tak Seindah Pelangi
Penulis : Stella Erner
Cerita dan Ilustrasi : Stella Ernes
Penyunting : Kartika Indah Prativi
Desain : Yanyan Wijaya
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
ISBN : 978-602-249-589-5


Dunia Tak Seindah Pelangi by Stella Ernes

Dunia Tak Seindah Pelangi merupakan kumpulan cerita tentang dunia anak-anak yang seharusnya sangat menyenangkan, penuh warna-warni kehidupan yang ceria layaknya pelangi. Namun tak semua anak memiliki kisah yang menyenangkan seperti pelangi dalam hidup mereka. Seperti perceraian orang tua, kecelakaan, dan kehilangan.

Buku ini menyuguhkan delapan kisah berbeda yang kurang menyenangkan yang dihadapi oleh setap anak yang berbeda-beda. Dan di setiap cerita juga terdapat pesan-pesan untuk dijadikan pedoman bagi anak-anak.


Dunia Tak Seindah Pelangi

“Andai saja duniaku seindah elangi itu?” – Kania

Kania gadis kecil yang tidak tahu apa-apa masalah kedua orang tuanya yang selalu bertengkar membuatnya bingung apa yang sedang terjadi. Hingga suatu hari Ayah dan Ibunya memilih bercerai dan Kania memilih tinggal bersama Ibunya. Awal-awalnya memang sulit bagi Kania, namun perlahan Kania mulai bisa menerima keadaan yang terjadi di keluarganya.

“Biarlah, mungkin saja dunianya tidak selalu berpelangi. Langit yang biru pun tak kalah indah, kan?” - Kania

Kakakku Bukan Kakak Biasa

Flea memiliki seorang kakak yang bernama Floa. Sosok kakak yang tidak biasa, karena terlahir dengan penyakit Down Syndrome dimana mentalnya tidak berkembang seperti anak-anak lainnya. Floa tidak bisa melakukan hal-hal yang sebenarnya mudah. Dan itu membuat Flea kesal bukan main. Terkadang Flea membayangkan mempunyai seorang kakak yang normal, yang bisa diajak berbelanja bersama, suka bercerita dan bermain bersama. Hingga di suatu hari, tiba-tiba Flea di kejar oleh seekor anjing. Karena takut dia berlari dan anjing pun semakin mengejarnya, hingga membuat Flea ketaktan dan menangis. Floa yang sedang makan mendengar adiknya menangis, lansung mengusir dan melempar anjing itu dengan seekor ayam goreng tanpa takut akan disakiti anjing. Melihat hal itu, Flea sadar walaupun kakaknya tidak seperti kakak-kakak lainnya, tapi kakaknya sangat menyayangi dan melindungi Flea, dan Flea bangga mempunyai kakak seperti Floa.

Nyanyian Bisu

Darius dilahirkan dengan talenta bernyanyi yang luar biasa. Berbagai macam prestasi pernah diraihnya. Hingga disuatu hari, sebuah kecelakaan menyebabkan pita suaranya rusak hingga Darius tidak bisa bernyanyi lagi. Darius sangat marah dan kecewa. Ia terus mengurung diri dan tidak mau berbicara pada siapapun termasuk keluarganya.

Saat keluarganya sedang pergi. Darius pergi ke gudang untuk mencari buku bacaan lamanya. Dan disana dia melihat sebuah piano dan memainkannya. Walaupun Darius tidak mahir bermain piano tapi ia tahu permainan dasar dari piano tersebut. Sejak saat itu Darius mulai serius bermain piano dan semangatnya mulai kembali lagi. Sehingga Bundanya pun memasukkan Darius ke sekolah music. Kemahiran Darius bermain piano mulai berkembang pesat dan ia pun mulai mengikuti berbagai macam lomba piano. Seakan Darius mulai mendapatkan kembali suaranya dari bermain piano tersebut.

Kotak Kenangan

Sejak pertemuan Alika pertama kali dengan seorang gadis yang pucat dan kurus yang dikenalnya bernama Afia sedang sendirian, mulai sejak saat itu Alika dan Afia mulai bersahabat dekat. Bermain bersama, saling berbagi canda-tawa bersama. Namun ternyata dibalik keceriaan Afia, ternyata ia mengidap penyakit Leukimia yang parah sehingga umurnya tidak lama lagi. Hal itu membuat Alika sangat sedih. Hingga disuatu pagi, berita duka itu dating. Afia telah pergi untuk selama-lamanya. Alika sangat sangat terpukul dan sedih saat itu. Hingga tiba-tiba saja Ibunya Afia memberinya sebuah kotak kayu titipan dari Afia.

Saat Alika membukanya, yang ternyata berisi barang-barang kenangan Alika dan Afia dan surat dari Afia yangg ingin Alika tetap terus bersemangat dan jangan bersedih walaupun Afia sudah tidak ada disisinya, karena kenangan persahabatan mereka akan selalu tersimpan didalam hati Alika.

Kota Baruku

Ayahnya dipindah tugas ke sebuah kota kecil dan keluarga Faya harus pindah rumah. Faya marah dan sedih karena ia takut akan kehilangan teman-temannya, dan di tempat baru nantinya ia tidak akan ada teman lagi. Berbagai cara dilakukan oleh Faya agar mereka tidak jadi pindah, termasuk mogok makan berhari-hari bahkan tidak bersekolah. Namun keluarganya tetap harus pindah dan Faya pun menyerah.

Tiba dilingkungan baru, semua yang Faya takutkan tidak terjadi. Bahkan Faya mendapat lebih banyak temannya lagi. Dan Faya sangat bersyukur karena ayahnya di pindah tugaskan ke kota kecil ini. Sehingga banyak membantu penduduk yang yang sakit dan Faya sangat bangga dengan ayahnya itu karena menolong banyak orang.

Es Susu Kedelai Raka

Sejak meninggal ayah Raka, Raka membantu ibunya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan menjual es kedelai ke kampung-kampung dengan berkeliling setelah pulang sekolah, awalnya Raka tidak mau karena malu, tapi melihat kerja keras ibunya akhirnya Raka mau berjualan. Ibunya hanya seorang buruh cuci, dan Raka sadar kalau ia tidak bisa seperti teman-temannya yang lain yang bisa bermain setiap hari.

“Setiap manusia memiliki jalan kehidupan sendiri-sendiri, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Raka percaya jika dia terus bekerja dan bersekolah dengan giat, pasti ada jalan untuk sebuah keberhasilan kelak.” - Raka

Selamat Jalan, Nek…

Nenek yang selalu menemani hari-hari sepinya ketika orang tuanya pergi bekerja telah pergi untuk selama-lamanya. Eva sangat sedih. Karena mulai saat itu Eva akan kesepian. Biasanya Eva akan membantu neneknya memasak, berbagi cerita dengan nenek sambil menghidangkan makanan, dan neneknya selalu menemaninya belajar dan yang menyemangatinya agar tidak pantang menyerah.

Hari-hari berlalu, terkadang Eva sering membayangkan kalau neneknya sedang duduk dan menunggunya pulang sekolah. Eva masih merindukan suara neneknya. Tapi Eva berusaha untuk tetap tegar dan menerima kenyataan kalau neneknya sudah tiada. Kepergian seseorang memang menyakitkan. Dan Eva bertekad untuk bangkit dari kesedihan. Bukan berarti Eva melupakan neneknya, tapi ia menyimpan semua kenangan dengan neneknya di dalam hati.

Kamu di Mana, Kika?

Bisma sangat ingin memelihara kelinci, namun Ibunya tidak mengizinkannya karena Bisma masih kecil. Namun tiba-tiba Bibinya datang dan memberinya seekor anak kelinci. Bisma sangat senang, ia selalu bermain dengan kelinci yang diberi nama Kika itu. Kika dibebaskan di halaman rumah agar Kika bisa bermain dan berlari-lari.

Pada suatu hari, saat Bisma pulang sekolah ia tidak melihat Kika berlari menyambutnya pulang sekolah seperti biasa. Bisma pun mencari Kika,di semak-semak, di sekitar rumah namun Bisma tidak menjumpai Kika. Bisma sangat sedih dan murung. Melihat hal itu, Ibunya pun membelikan Bisma 2 kelici sekaligus sebagai ganti Kika. Bisma sangat senang dan meminta kepada ayahnya agar dibuatkan kandang supaya kelinci-kelincinya tidak hilang lagi di kemudian hari. Pertumbuhan kelinci pun semakin baik, karena Bisma memeliharanya dengan sangat baik dan penuh kasih sayang.

***

Buku ini sangat cocok dinikmati oleh anak-anak (namanya juga buku anak-anak yaa wajar laah cocok). Karena di dalamnya tidak hanya disuguhi sekadar tulisan-tuisan ceritanya saja, namun cerita-cerita tersebut di dukung dengan adanya gambar-gambar (full warna) dari setiap lembaran bukunya. Sehingga lebih memudahkan anak-anak untuk membaca dan memahami isi cerita dan juga mempertegas maksud dari isi cerita. Buku ini juga dapat memberikan andil yang cukup besar terhadap perkembangan anak, kepiawaiannya dalam mencermati bahan bacaan sejatinya akan mengahantarkan anak tersebut untuk berpikir kritis.

Setiap kisah di ceritakan dari sudut pandang orang ketiga dari tokoh-tokohnya. Bahasa yang digunakan pun sesuai dengan anak-anak sehingga memudahkan anak-anak untuk langsung bisa memahami bacaannya sendiri tanpa harus ada yang mendampingi.

Kisah-kisah yang ada pun sangat menginspirasi dan cocok untuk anak-anak yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui wawasan dan pengetahuan tentang lingkungan sekitarnya. Salah satunya seperti kisah Kania yang orang tuanya akan bercerai, sering mendengar dan melihat pertengkaran keduanya, sehingga membuat Kania harus berusaha bisa menerima keadaan hdupnya.


Overall, yang mempunyai adik kecil atau pun anak yang sedang dalam masa tumbuh kembangnya, buku ini sangat cocok untuk dijadikan panutan dan bacaan read-list selajutnya.

R A T I N G


4 comments:

  1. bagus reviewnya... pengen baca keseluruhan bukunya ini saya...

    www.kananta.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih karena sudah berkunjung ke blogku ;)
      Iya kak, bukunya bagus, apalagi kalau di baca anak-anak..

      Delete
  2. nice, belum baca dan mudahan bisa baca

    ReplyDelete