Sunday, 18 December 2016

Book Review | Cinta 4 Sisi - Indah Hanaco


Penulis : Indah Hanaco
Desainer Kover : Steffi
Penata Isi : Lisa Fajar Riana
Penerbit : Grasindo
Cetakan Pertama, April 2013
Tebal Buku : 272 hlm
ISBN : 978-602-251-896-9

Sinopsis :

Awalnya, mereka cuma dua orang kekasih yang merasa terabaikan, hingga mulai menyusun drama. Hanya untuk menunjukkan bahwa mereka ada.

Akhirnya, semua kepura-puraan itu menjadi bumerang indah yang memiliki sisi tajam dan siap menggoreskan luka. Hati mereka tidak pernah sama lagi, meski keduanya sudah berjuang untuk saling melepaskan.

Mereka memetik pelajaran, jangan pernah bermain-main dengan hati. Karena hati adalah organ liar yang punya keinginan sendiri. Mereka ingin menghindar dan bermain aman, kembali pada hasrat awal. Tapi, siapa yang mampu terus bersandiwara dan membangun dusta-dusta baru?

Pada akhirnya mereka harus memilih. Melepaskan cinta lama dan mengemas masa depan berdua. Atau, membebaskan mimpi-mimpi itu terbang dan menyikas jiwa selamanya, tanpa bahagia. Cinta, tidak setiap saat hadir dan menyapa. Ketika dia ada, bijakkah jika kau menebasnya? Inilah kisah mereka.
Violet. Quinn

Kilas Balik Cinta 4 Sisi

Violet mempunyai kekasih bernama Jefry. Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi sifat tidak tahu diri Jefry, yaitu matanya yang suka jelalatan, apalagi saat ada cewek bening lewat di depannya. Bahkan saat jalan dengan kekasihnya pun kerap dilakukan, seakan violet di sampingnya hanya sebuah label yang bernama pacar. Awalnya Violet membiarkan, karena alasan Jefry seperti itu adalah salah satu hasrat terpendam dari para lelaki. Namun puncaknya saat di resepsi temanya Jefry. Eirene yang merupakan adik kelasnya Jefry sangat menganggu penglihatan Violet, apalagi saat melihat kedekatan mereka berdua seperti halnya sepasang kekasih, membuat Violet merasa seperti orang asing di tempat yang salah.

Quinn yang tak lain kekasihnya Eirene juga merasakan hal yang sama seperti yang dialami oleh Violet. Sejak pertemuan mereka di resepsi pernikahan, Eirene dan Jefry diam-diam mulai intens berhubungan, dan mereka merasa bahwa hubungan mereka adalah hal yang wajar, karena memang hanya berteman tak lebih. Quinn dan Violet merasa terabaikan oleh kekasih mereka masing-masing. Hingga tiba-tiba tercetuslah ide untuk bersandiwara bahwa Violet dan Quinn saling tertarik. 

Walaupun mereka bersandiwara, orang-orang di sekitar mereka bisa melihat ada ketertarikan satu sama lain yang tak kasat mata, dan mereka tak menyadarinya. Hanya rasa nyaman satu sama lain, yang tidak dimiliki oleh kekasih mereka. Seperti halnya Violet yang mulai membanding-bandingkan perlakuaan Quinn yang belum pernah bahkan tidak akan pernah dilakukan oleh seorang Jefry.

Namun bagaimana jika hubungan sandiwara yang mereka jalin mulai terasa nyata? Dan di saat yang sama, Jefry berjanji akan merubah kelakuannya yang tak disukai oleh Violet. 

Rahasia Cinta 4 Sisi - Indah Hanaco

Untuk kesekian kalinya dibuat campur-aduk dengan karya-karyanya kak Indah Hanaco. Cerita yang sederhana namun mampu membuat saya terhanyut lagi dan lagi. Walaupun ceritanya sederhana dan endingnya pun sudah bisa saya tebak bakal seperti apa dan dengan siapa akan berakhir, namun cara kak Indah yang tak biasa dan ada saja hal-hal sederhana menjadi sangat menarik untuk diikuti di setiap babnya, tidak membuat saya bosan sama sekali.

Awalnya saya mengira kalau Cinta 4 Sisi ini tentang cinta segi empat. Ehh ternyata salah. Cinta 4 Sisi ini tentang dua pasang kekasih, yang masing-masing pasangannya merasa diabaikan.

Diceritakan dari sudut pandang orang ketiga para tokohnya, hanya saja lebih difokuskan kepada sosok Violet. Membuat saya terkadang sangat kesal dengan sifat plin-palnnya Violet, apalagi dengan sifat jelalatannya Hefry yang seakan sudah mendarah daging di dalam dirinya itu. Dan Violet hanya bisa memaafkan. Apalagi saat Jefry mengeluarkan rayuannya. Rasanya pengin ditempeleng saja cinta yang ada di diri Violet untuk Jefry si menyebalkan. Jika saya ada di posisinya Violet, saya tidak akan mentolerir kelakuan jelalatan seperti itu, seakan tidak menghargai kekasihnya sendiri. Jika ingin melirik-lirik perempuan lain, lebih baik tidak usah susah payah berpacaran. Kalau single kan bisa bebas mau ngapain saja.

Banyak hal yang saya sukai di dalam novel ini, terutama interaksi yang terjalin di antara Violet dan Quinn. Hal-hal yang sederhana dilakukan oleh Quinn terlihat sangat istimewa dan so sweet banget. Rasanya memang seperti itulah seharusnya seorang perempuan diperlakukan. Diperhatikan hal-hal yang sepele, tidak harus selalu di beri hadiah barang-barang mewah.

Untuk karakter favorit saya, tentu saja Quinn. Siapa sih yang tidak menyukai sosok Quinn di novel ini. Rasanya mustahil jika tidak ada yang menyukainya.
Sedangkan Violet, saya tidak menyukai sifatnya yang tidak tegas. Apalagi saat berhadapan dengan Jefry. Kok saya merasa Violet ini sangat lambat dalam mengambil keputusan. Ketika rayuan minta maaf dan cara meyakinkan ala Jefry pasti dehh si Violet ini langsung memaafkan dan melupakan kesalahan Jefry. Huhhh, apakah ketampanan seorang lelaki bisa mempengaruhi daya pikir seorang perempuan? *Adakah yang mengalami hal serupa di dunia nyata?. Saya jadi penasaran.
Nah bagaimana dengan Jefry? Kalau boleh jujur, tanpa Jefry novel ini tidak akan berwarna, pasti terasa hambar. Jefry ini walaupun mengesalkan, cukup unik menurut saya. Mana ada yang mengaku di depan kekasihnya sendiri, kalau jelalatan itu sudah kodratnya lelaki. Kalaupun ada mungkin sudah ditinggalkan begitu saja dan hubungannya langsung END. 

Well, secara keseluruhan novel ini sangat manis. Dengan ceritanya yang sederhana. Jika kamu menyukai hal-hal yang romantis dan manis saya rekomendasikan novel ini untuk jadi bacaan kamu selanjutnya.

RATING


"Bagiku, mustahil ada perasaan yang mendalam jika kamu tak memperhatikan detail yang mudah terlewatkan. Karena begtulah yang seharusnya. Kita memberi perhatian luar biasa pada orang-orang yang istimewa."

No comments:

Post a Comment