Friday, 4 November 2016

Blog Tour, Book Review | The Bond - Eve Shi


Judul Buku : THE BOND
Penulis : Eve Shi
Editor : Prisca Primasari
Proofread : Tharien Indri
Sampul : Dwi Anissa Anindhika 
Layout : Gita Mariana
Jumlah Halaman : 248 hlm
ISBN : 978-602-74924-0-0
Genre : Horor / Misteri

Book Sinopsis : 

Aku akan memberitahumu sebuah cerita yang membuatku sangat tidak nyaman. Semuanya dimulai ketika aku menemukan sejumlah kaset peninggalan mendiang Mama. Mendengar kembali suara orang yang seumur hidup kau cintai menghangatkan hati dan jiwamu. Tapi yang aku temukan tak hanya itu. Mama bilang, ada sesuatu yang mencurigakan tentang rumah yang sedang aku tempati ini. Sesuatu yang belakangan membuatku terlibat dalam urusan masa lalu yang belum tuntas.

Sepanjang cerita ini, aku akan menyebutkan sejumlah karakter; ada yang penting, dan ada juga yang hanya selewat lalu. Ada yang membuatku berdesir hangat, ada juga yang berniat menikamku dan mewarnai akhir cerita ini dengan lumuran darah.

Di situ jugalah letak masalahnya: aku benar-benar tak bisa membedakan mereka.....

Book Review :

Sebuah rahasia misteri masa lalu yang sedang menanti untuk di ungkap kebenarannya yang tak terduga yang bersarang di satu rumah warisan turun temurun milik keluarga Tristina Risafi atau yang biasa di sapa, Nina.

Papanya meninggal sepuluh tahun silam, dan sekarang Nina harus berduka lagi dengan kepergian mama tirinya, Shava untuk selama-lamanya. Semua peralihan harta peninggalan dari mendiang mama tirinya dilimpahkan ke Nina. Semuanya. Termasuk rumah Belanda warisan turun temurun dari keluarga mama tirinya itu. Rumah yang menurutnya terlalu usang untuk ditempati. Awalnya Nina tidak yakin untuk menjual rumah Belanda, apalagi dengan kondisi rumahnya yang pasti susah untuk mendapat pembelinya lebih cepat. Namun dengan bantuan oma Detta untuk membantu mencari pembeli Nina pun akhirnya mengiyakan. Ketika sedang membereskan semua barang-barang peninggalan dari mama tirinya seperti pakaian yang masih layak, tiba-tiba Nina menemukan tumpukan kaset zaman yang ia taksir milik mama tirinya dan ia berniat untuk mendengarnya nanti di waktu luang.

Kesedihan seakan enggan untuk menjauh dari hidup Nina. Nina mendapat masalah dalam pekerjaannya sebagai desain grafis, ia terkena kasus penipuan. Uang yang seharusnya untuk menopangnya hidup hilang ntah kapan akan kembali. Akhirnya Nina pun menjual apa yang bisa dijualnya seperti barang-barang yang masih layak difungsikan, dan memilih tinggal sementara di rumah Belanda dengan tujuan untuk menenangkan dirinya dari semua masalah sambil memutar isi kaset milik mama tirinya, Shava yang ia temukan.

Isi Kaset yang ternyata sebuah voice diary milik Shava itu menyimpan sebuah misteri yang tak terduga. Kisah yang berawal dari kepindahan Shava pertama kali dan memilih menetap di rumah Belanda bersama sang adik, Daven dan ibunya Shava untuk menopangi hidup keluarganya yang saat itu sedang mengalami banyak cobaan, usaha ibunya yang bangkrut, Shava yang dipecat dari pekerjaannya, dan Daven yang tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi sehingga membuatnya lebih pendiam dan lebih suka menyendiri. Dan isi kaset itu juga menyimpan sebuah rahasia mengejutkan bagi Nina, yang seperti sedang menunggu seseorang untuk membuka kembali kasus dan mencari tahu kebenaran yang belum selesai dipecahkan pada masanya. Apalagi rahasia tersebut berkaitan erat dengan adiknya Shava yaitu Daven, yang tak lain adalah pamannya Nina.

Rahasia apa saja yang tersimpan di dalam kaset yang ditemukan Nina? Apakah Nina berhasil memecahkan misteri yang berkaitan erat dengan rumah Belanda yang sedang ditempatinya sementara dengan masa lalu Shava, mama tirinya?


Ini pertama kalinya bagi saya membaca cerita misteri/horor dari karyanya Eve Shie dan hasilnya sangat tidak mengecewakan. Malah saya dibuat penasaran dengan karya-karyanya yang lain yang pasti tidak kalah bagusnya. The Bond tidak hanya di suguhi dengan cerita misteri/horor saja, tapi juga tentang drama keluarga yang kental seperti keakraban dan kedekatan dalam sebuah keluarga antara kakak dan adik yang mencoba memahami satu sama lain tanpa harus men-judge terlebih dahulu seperti yang terjadi pada Shava yang mecoba melihat semuanya dari sisi Daven. Apalagi melihat dengan mata kepalanya sendiri kedekatan Daven dengan sosok yang tak kasat mata. Dan Kedekatan antara anak dan Ibu. Shava, Daven dan Ibunya yang saling memahami satu sama lain, walau keadaan keluarga mereka sedang tertimpa musibah tapi mereka tetap saling menyemangati satu sama lain. Hubungan keluarga yang sangat manis.

Awalnya saya sampat ragu membaca The Bond di malam hari, takut terbayang-bayang dengan ceritanya. Namun saat membacanya, malah saya tidak berhenti hingga di waktu malam pun menjelang, dan rasa takut yang awalnya mendominasi malah tidak ada. The Bond memang bergenre horor/misteri tapi ceritanya tidak menakutkan seperti halnya cerita-cerita horor pada umumnya. Cerita The Bond lebih mendominasi kepada misteri. Misteri yang tersimpan di dalam rumah Belanda peninggalan keluarga Nina yang di ketahuinya melalui Voice Diary peninggalan mama tirinya, Shava.

Alur bacaannya yang ringan dengan alur maju-mundur antara Nina dan Shava sangat jelas dibedakan oleh penulis, jadi pembaca tidak bingung untuk membedakan setting cerita antara Shava dan Nina. Dari awal membacanya saya sudah dibuat penasaran, apalagi dengan penemuan-penemuan yang tak terduga yang di dapat Nina melalui Voice Diary dan rahasia dibalik rumah Belanda, cukup mengejutkan dan saya tidak menyangka kejutan yang disiapkan penulis sangat diluar ekspektasi saya. Cerita misteri yang di dukung dengan suasana horor membuat saya was-was membacanya, apalagi cara penulis menggambarkan suasananya benar-benar sangat PAS. Penulis punya caranya sendiri untuk menakuti para pembaca.

Yang sangat saya sukai dari The Bond ini adalah karakter dari tiap-tiap tokohnya. Setiap tokohnya mempunyai peran masing-masing di dalam cerita sesuai dengan porsinya. Untuk karakter favoritnya saya menyukai sikap dan interaksi antara Shava dan Daven yang saling membantu, mereka sama-sama bersikap dewasa ketika terkuaknya sebuah misteri yang sangat serius, mencari solusinya sendiri tanpa harus membebani pikiran ibu mereka yang saat itu juga sedang di geluti masalah usahanya sendiri.

Yang membuat saya kebingungan sendiri di sini adalah tokoh utamanya yang saya tidak bisa menangkap dengan jelas siapa. Apakah Shava atau Nina?. Karena seperti yang saya sebutkan sebelumnya setiap tokohnya punya perannya masing-masing. Begitu pun dengan Shava dan Nina yang mempunyai peran yang sama besarnya. Shava membuka sebuah rahasia yang sebelumnya hanya tersimpan rapi di dalam rumah Belanda tanpa diketahui oleh orang lain, bahkan tetangganya sendiri. Sedangkan Nina, menyelesaikan apa yang sebelumnya belum di selesaikan oleh Shava. Nina ini seperti perantara antara Shava dan masalahnya yang belum terselesaikan di masa lalu.

Hubungan yang tak lazim yang terjadi antara Daven dan Eira antara percaya dan tidak percaya. Bagaimana tidak, hubungan antara dunia nyata dan dunia entah berantah (dunia roh mungkin (?). Bagaimana menururt kalian??.

Secara keseluruhan, buku ini sangat rekomended untuk kalian yang menyukai cerita drama, keluarga dan horor yang di barengi dengan pemecahan misteri yang tak terduga dan menegangkan. Buku ini juga bisa dibaca untuk semua kalangan usia kok :)

Four Thumbs untuk pertemanan unik yang terjalin antara Daven dan Eira.



It's time challenge!!
Seperti biasa, para host blog tour pilihan Twigora pasti ada challenge-nya. Dan kali ini kami para host harus berpose semirip mungkin dengan gambar horor di bawah ini.


 

Bagaimana dengan aksi pose saya?
Treng..
Treng..

Hahahaha.... Rasanya pengin .... (?)
Bener-bener dahh challenge-nya di blog tour kali ini (itu tangan satu lagi untuk fotonya, maklum belum cukup dana untuk sewa fotografer-nya *eyaakkk)..
Gimana-gimana? udah lewat casting belum untuk jadi peran utama di film layar lebar versi hollywood abal-abal?? Hehehehe ^-^

20 comments:

  1. Horor tapi tidak menakutkan? Wah...cocok dibaca para penghindar kisah horor nih #tunjukdirisendiri :D

    ReplyDelete
  2. Dia yang memulai tapi dirinya yang harus menyelesaikan. Sementara dia dan dirinya adalah 2 orang yg berbeda.

    ReplyDelete
  3. Kalo aku lebih suka menyebut cerita ini horor realistis, yang gak lebay hantu-hantunya dan yang masih masuk akal konfliknya.

    ReplyDelete
  4. Selalu suka novel-novel yang genre horor, baik itu horor (dalam artian ada makhluk astra), lalu misteri, thriller, dan psikopat. Hheh. Menantang bacanya :D :)

    ReplyDelete
  5. Penasaran banget ceritanya.. Apalagi ttg mememcahkan misteri yg masih ada kaitannya dengan masa lalu..

    ReplyDelete
  6. Rumah tua peninggalan Belanda selalu menarik untuk dijadikan latar cerita horor. Jadi dibaca malam hari gak pa-pa. Oke-oke aku suka baca malam hari sebelum tidur hihi.

    ReplyDelete
  7. Horor yg berhubungan dgn masalalu selalu menarik untuk dibaca dan membuat penasaran

    ReplyDelete
  8. Horor? Misteri masalalu? Baiklah, aku penasaraaaaann sm cerita yang satu ini. Dibaca malm jum'at gapapa dong yah

    ReplyDelete
  9. Novel horor yg tidak menakutkan? Wih bisa masuk wishlist nih!
    Posenya dapet Four Thumbs, Pida😂

    ReplyDelete
  10. Setiap orang selalu punya sejarah. Ide untuk merekam sejarah dalam sebuah kaset menurutku unik dan sangat klasik. Apalagi kalau isinya greget dan menyimpan cerita menyeramkan aka horror 😈😈

    ReplyDelete
  11. Jujur, saya bukan pencinta cerita bergenre horor, karena khawatir nantinya nggak berani sendirian hahahaaa
    Tapi membaca review ini, jadi tertarik membaca novelnya juga. Misteri masa lalu itu yg bikin penasaran dan kepo :D

    ReplyDelete
  12. ayanya kalau baca harus siang atau dikeramaian nih biar gak ketakutan sendiri

    ReplyDelete
  13. Berarti pemilihan cover-nya tepat ya. Seremnya bukan yg aneh2 gitu ehehe. Karena novel ini kan bukan yg horor banget dan lebih ke misteri di balik rumah belanda itu. Sekilas lihat dari cover nya pun sudah bisa bayangin kalau ini pake setting di tahun lampau.

    ReplyDelete
  14. Baca buku ini malam2 gk brasa smpe bkin ketakutan sendiri? Oh syukurlah klo gtu. Krna aku cma ada wktu baca buku malam hari dan aku jg orgnya lumayan parnoan siih hheehe

    ReplyDelete
  15. horor tapi ada misteri2nya emang selalu seru buat diikutin. jujur aja, aku takut sama cerita hantu2an. tapi kalo ada pemecehan misterinya, gak gitu takut lagi. kayaknya bakalan suka The Bond deh :)

    ReplyDelete
  16. 4 stars!! :D
    Kalau rata-rata dikasih 4 bintang dari para reviewer, saya bisa percaya kalau ceritanya bikin pewe. Hehehe.

    ReplyDelete
  17. hasilnya sangat tidak mengecewakan

    Saya bnar2 bkn pecinta horor...bisa diblng gak ska/ benci. Tapi gra2 kta2 di atas dan juga kata2 gk hari tp mah materi aku jd ska. Knp? Kena aku aja genre misteri
    ...pokoknya aku berhrp bisa baca..moga dapat aamiin

    ReplyDelete
  18. Voice diary... hmmm... ide yang bagus tuh. Nggak mainstream kayak surat wasiat, buku diari atau pun jurnal. Tema horror drama keluarga belum pernah kubaca. Cocok nih buat pembaca yang nggak terlalu pemberani wkwk

    ReplyDelete
  19. untung dominan ke misteri, jdi nanti klo baca ini gak seberapa takut. entah mau komen apa lgi, soalnya reviewnya udh komplit bget, hehehe

    ReplyDelete
  20. Jadi Shava ternyata mama tirinya Nina. Ceritanya menarik sekali, sangat buat aku penasaran. Horor tapi tidak menakutkan.

    ReplyDelete