Friday, 4 November 2016

Blog Tour, Ask Author | The Bond - Eve Shi


WELCOME TO BLOG TOUR THE BOND

Alhamdulillah, untuk ke-dua kalinya collection-of-book bekerja sama dengan penerbit Twigora dengan menjadi salah Host Blog Tour-nya. Kali ini collection-of-book dipercaya sebagai salah satu host blog tour The Bond karyanya Eve Shi. Bagi pecinta novel horor/misteri mungkin sudah tidak asing lagi dengan penulis yang suka dengan genre horor satu ini. Eve Shi. Oke deh, tanpa basa-basi lagi, seperti biasa di setiap blog tour pasti akan ada sesi wawancara singkat dengan penulisnya terkait dengan buku atau proses kreatifnya. Nah penasaran dengan pertanyaan apa saja yang aku tanyakan?

Yukk capcuss...

Hai kak Eve Shi..
Salam kenal dari aku..

Ini dia 5 pertanyaan dari aku untuk kakak :

Kakak kan menulis cerita horor/misteri nih. Pernah tidak sih kakak mengalami kejadian-kejadian tertentu seperti yang di alami oleh tokoh-tokoh di dalam novelnya kakak?

Halo Pida, salam kenal juga.
Sejauh ini belum pernah, dan kayaknya saya juga tidak ingin :)

Pernah tidak selama proses menulis cerita horor/misteri, kakak terbawa suasana sendiri? Misalnya ketakutan sendiri gara-gara cerita yang sedang kakak tulis.

Paling-paling saya jadi lebih gampang kaget, apalagi kalau menulisnya malam-malam. Penulis terbawa suasana sewaktu menulis itu saya rasa bagus, dalam arti lebih mudah menularkan suasana itu ke pembaca.

Hal apa yang terlintas pertama kali di benaknya kakak, sehingga lahirlah cerita The Bond ini?

Rumah tua yang menyimpan rahasia itu tema yang sering diusung di cerita misteri, tapi jarang bikin bosan, tergantung cara mengolahnya. Kebetulan, tema itu salah satu kesukaan saya juga. Karena itu saya senang menggarap cerita The Bond.

Adakah kendala/hambatan selama proses menulis The Bond?

Mengatur plot supaya tetap logis tapi memancing penasaran pembaca, mungkin. Di luar itu, tidak ada yang berarti. Internet sangat membantu untuk riset.

Apa hal yang menarik dari novel The Bond ini? Sehingga para pembaca 'harus' menbacanya?

Menurut saya, perbandingan zaman sekarang dan tahun 1989. Perbedaan teknologi di kedua masa itu sangat terasa, terutama teknologi komunikasi. Juga penggambaran tokoh-tokoh utama dengan sifat dan permasalahan yang berbeda-beda.

Yeeyyy, itulah sesi wawancara singkatku dengan kakak penulis. Masih ada yang penasaran? Tenang, masih ada sesi wawancara lainnya bareng dengan 6 host blog tour #TheBond dengan tiap pertanyaannya yang pasti berbeda-beda.

TENTANG PENULIS :

Eve Shi senang menulis, membaca, minum teh. Empat novelnya yang sudah terbit adalah Aku Tahu Kamu Hantu, Lost, Unforgiven, dan Sparkle. Cerpen berbahasa Inggrisnya dimuat di Insignia: Southeast Asian Fantasy dan Flesh: A Southeast Asian Urban Anthology
Eve dapat dihubungi lewat Twitter : @Eve_Shi dan Email stormofblossoms@gmail.com.

***
Tetap terus pantengin Blog Tour The Bond di collection-of-book yaa, karena selang tiga jam dari sekarang akan ada review buku The Bond dan tentunya juga Giveaway. Stay tune terus yaa!!!


Kalian juga bisa mengikuti Blog Tour The Bond ini di beberapa blogger buku lainnya lohh. Berikut jadwalnya :

31 Oktober- 1 November: Athaya Irfan

2-3 November: Sri Sulistyowati

4-5 November: Pida Alandrian (disini)

6-7 November: Vindy Putri
URL BLOG: www.vindyputri.com

8-9 November: Alvina Ayuningtyas

10-11 November: Luckty Giyan Sukarno

12-13 November : Bintang Permata Alam

22 comments:

  1. Iya, banyak sekali cerita horor baik film, novel atau pun komik yang mengambil tema rumah tua berhantu. Hal ini yang kadang membuat agak sungkan masuk ke dalam rumah yang memiliki ciri-ciri : tua, tembok kusam, aroma agak pengap. Ngeri aja tiba-tiba ada benda jatuh, pintu tertutup sendiri atau bayangan melintas. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa.. Apalagi kalau gambaran horornya ngenaa bangett, terasa dehh angkernya :)

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Covernya langsung mengingatkan ke film jalangkung. Cerminnya.

    ReplyDelete
  4. Wah...hebat banget Mba Evi ini tulisannya dimuat di Insignia, salut deh!

    ReplyDelete
  5. Langsung ngebayangi rumah yang sintru (hawa horor yang melekat). Penasaran banget sama novel ini.

    ReplyDelete
  6. Langsung jadi wishlist book ini novel the Bond. Aku suka klo baca novel horror yg terlihat realistis dan gak dibuat-buat..😄😃

    ReplyDelete
  7. Rumah tua memang menarik untuk dibahas ya. Apalagi ini mundur ke tahun 1989

    ReplyDelete
  8. Latar cerita, setting dan misteri masa lalu yang masih tahun 1989 membuat cerita ini lebih terasa realistis dan membuat penasaran

    ReplyDelete
  9. Mundur taun 1989? Wah langsung kebayang deh tu gimana seremnya. Kadang aku mikirnya rumah jaman dulu itu serem minta ampun. Hawa yang dingin, aroma khas, terus kehidupan jaman dulu itu serem . :v

    ReplyDelete
  10. Cover bukunya...ngeri. hihi
    Rumah tua emang selalu menarik kalo dijadikan tema, dan selalu punya tempat di hati pembaca :)

    ReplyDelete
  11. Bener banget banyak kisah horror yang settingnya selalu mengusung rumah tua, padahal kadang juga di rumah dengan kesan modern ada juga penunggunya :v

    ReplyDelete
  12. Salut deh sama imajinasi penulis cerita horor.

    ReplyDelete
  13. Mantap ni penulis. Punya novel berbahasa Inggris segala !!!

    ReplyDelete
  14. Kalau nulis cerita ber-setting lampau memang harus teliti sih ya. Jangan sampe itu ceritanya ada di tahun 80an eh tau2 nyelipin scene kalau tokohnya lagi selfie pake gadget/smartphone. Kan blunder jadinya xD

    ReplyDelete
  15. seting waktunya menarik ya. aku selalu suka novel yang setingnya masa lalu. kesannya vintage. apalagi ini horor, jadi vintage2 horor gitu. asyik aja membayangkan suatu masa di mana gak ada hape atau teknologi canggih kayak sekarang :)

    ReplyDelete
  16. Salam kenal buat Mb Eve Shi. Aku jd pnsaran jg nih gmn prbedaan antara zaman skrg dngan di tahun 1980an di buku ini. Klo sprti alat komunikasi psti nonjol bgt ya bedanya krn zaman dulu kan gk sepraktis skrg :D

    ReplyDelete
  17. Bagi penulis cerita horor, menulis di malam hari memang punya nyawa tersendiri untuk membangun aura misterinya. Apalagi kalau sambil nonton acara supranatural. Duh, bisa-bisa jadi makin merinding sendiri hihihi

    ReplyDelete
  18. Mengatur plot supaya tetap logis tapi memancing penasaran pembaca, mungkin.

    Ini emng hmbtn yg umum bnget... Emng susah bikin cerita yg membuat pmbcanya pnsaran... Aplgi ini cerita horor...bawaanya udh dengar horor jauh2 dah... Tpi stiap orng beda sih

    ReplyDelete
  19. Sama banget kayak Mbak Eve. Seringnya berkutat dengan hal-hal berbau horror juga suka bikin aku gampang kagetan loh. Misal seperti pintu yang ketutup atau bergerak sendiri. Biasanya aku cuek aja, karena selalu percaya itu ulah angin. Tapi kalau misal abis nonton acara misteri atau baca buku misteri atau film horror, nah mulai deh pikiran-pikiran aneh bermunculan. Yang tadinya dianggap biasa, malah jadi nggak biasa. Biasanya anteng aja ngacir ke kamar mandi buat pipis tengah malam, akhirnya malah lebih milih nahan pipis dan langsung dibawa tidur wkwk

    ReplyDelete
  20. sayang bget cuman aku kayaknya yg gak tau penulis satu ini :3
    taunya pas ikut grup di facebook lgi bhas tentang novel ini, bru deh tau penulisnya. sebelumnya sama sekali gak tau, soalnya blm pernah baca cerita berbau horor atau misteri. baru" ini deh suka yg berbau horor atau misteri :D
    hihihi, maaf kak Eve Shi.

    ReplyDelete
  21. Aku penasaran banget sama novel The Bond ini. Pasti seru banget, apalagi dibaca pas malam hari.

    ReplyDelete