Sunday, 30 October 2016

Book Quotes | Perfect Pain - Anggun Prameswari

"Karena Cinta Tidak Menyakiti"

* Rumah adalah tempat kau titipkan hatimu agar kau ada alasan untuk pulang. (hlm. 7)

* Mencintai seseorang membuatmu kuat,sekaligus lemah pada saat yang bersamaan. (hlm. 22)

* Karena menikah itu untuk bahagia. Dua orang yang saling cinta, pasti akhirnya akan menikah. Dengan begitu, mereka akan lebih bahagia. (hlm. 43)

* Senyuman yang tulus akan menerbitkan senyum tulus lainnya. (hlm. 85)

* Jangan jadikan orang lain alasanmu bahagia atau sedih. Pada dasarnya manusia itu sendiri.Kita lahir sendiri, mati juga sendiri. Jadi, jangan takut pada kesendirian. (hlm. 91)

* Bahagia datangnya dari diri sendiri. Setiap orang harus bahagia, dengan atau tanpa siapa pun dan apa pun. (hlm. 92)

* Setiap anak berhak dibesarkan oleh ibu yang bahagia. (hlm. 92)

* Ada dua macam luka. Satu, luka yang bisa sembuh. Bekasnya hilang seakan tak pernah terjadi apa-apa. Seperti memar-memar di tubuhku. Begitu warna ungu kebiruannya berubah menjadi kuning menyerupai warna kulit, memar itu siap lenyap.
 Namun, ada pula jenis luka kedua, yang semahir apa pun pengobatannya, takkan pernah hilang. Seperti memar-memar di hatiku, Di jiwaku. (hlm. 95)

* Kesepian adalah senjata paling mematikan yang ampuh membunuh siapa saja. (hlm. 112)

* Pernikahan itu sekali seumur hidup. Pasangan yang kamu pilih adalah pasanganmu sampai mati. Salah atau benar, itulah pasanganmu. (hlm. 128)

* Setiap orang sejatinya sendiri. Saat kita tak tahu lagi harus mengandalkan siapa, satu-satunya yang kita punya hanya diri sendiri. (132)

* Malam yang main larut takkan pernah benar-benar hening bagi mereka yang dipisahkan. (hlm. 136)

* Ada hal-hal yang begitu indah, tapi hanya bisa dikenang. Sejauh apa pun kita berusaha menghidupkannya kembali, nggak akan pernah bisa. (hlm. 175)

* Orang lain akan mencintaimu persis seperti caramu mencintai diri sendiri. (hlm. 189)

* Nama adalah doa. Setiap nama itu dipanggil, maka segala yang baik dari nama itu akan menjadi doa bagi pemiliknya. (hlm. 220)

* Manusia itu gampang membuat kecewa manusia lain. Karena manusia selalu berharap lebih, lalu saat harapannya tidak tercapai, dia akan kecewa. (hlm. 263)

* Setiap hari adalah awal baru. Yang sudah lewatkan jangan dijadikan penyesalan dan yang akan datang tidak perlu ditakutkan. Kita hidup di detik ini, bukan sedetik yang lalu atau sedetik yang akan datang. (hlm. 267)

* Demam karena kehilangan. Betapa tubuh lebih paham bagaimana mahalnya kehilangan orang yang kita sayangi. (hlm. 288)

* Mereka yang bertahan hidup adalah mereka yang tetap membuka matanya. (hlm. 294)

* Kau tahu, perempuan memang boleh dianggap lemah secara fisik. Hati lebih berkuasa. Menjadikan kami lebih emosional. Namun, kami dianugrahi intuisi. Perempuan dan intuisinya, bukan sesuatu untuk diremehkan. (hlm. 297)

* Harga yang pantas dibayar untuk lelaki yang tak mencintaimu adalah meninggalkannya. (hlm. 305)

* Ada yang dahsyat dari sebuah maaf. Meluruhkan kemarahan. Membasuh habis kesedihan. (hlm. 310)

* Waktu adalah penyembuh terbaik. (hlm. 315)


3 comments: