Wednesday, 7 September 2016

Book Review | Cindy and The Playboy Prince - Astrid Zeng


Judul Buku : Cindy and The Playboy Prince
Penulis : Astrid Zeng
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Desain Sampul : Marcel A.W.
Cetakan Kedua, Juli 2016
Jumlah Halaman : 240 hlm
ISBN : 978-602-03-3117-1
Harga Buku : Rp. 54.000 (di Bukupedia.com)

Book Sinopsis :

Cindy tak pernah bahagia dalam hidupnya. Ia selalu merasa, kesialan yang menimpa keluarganya disebabkan oleh keluarga sepupunya, Tatiana dan Tecla. Ia bahkan harus bekerja sebagai bawahan ayah Tatiana. Ketika membuat sepatu untuk pernikahan Tatiana, Cindy tidak sengaja bertemu dengan Patrick, si playboy yang suka mempermainkan wanita. Awalnya, Cindy tak mau meladeni playboy tampan itu, hingga akhirnya dia luluh pada rayuannya.

Patrick memutuskan untuk tidak menganggap serius cinta sejak dikhianati oleh perempuan yang pernah dicintainya. Lalu ia bertemu Ella, wanita misterius yang membuatnya penasaran karena sepertinya gadis itu tak jatuh dalam pesona rayuannya. Namun, Ella ternyata menyimpan rahasia besar tentang hidupnya, rahasia yang membuat Patrick harus mempertanyakan kejujuran wanita itu.

Setelah kebenaran terungkap, Cindy -yang semula mengaku bernama Ella- dan Patrick harus mempertanyakan apakah cinta sanggup menjadikan mereka orang yang lebih baik untuk satu sama lain.

Book Review :

Segala tentang mereka sekeluarga selalu mengobarkan api amarah dan kecemburuannya. (hlm. 6)

Kehidupan Cindy perlahan berubah saat semua hartanya di ambil alih oleh keluarga sepupunya. Cindy hanya hidup berdua dengan Ibu tirinya di rumah peninggalan orang tua kandungnya dan itu satu-satunya harta peninggalan yang ia punya. Untuk memenuhi kebutuhannya ia harus rela bekerja di hotel milik sepupunya dan bekerja sampingan dengan membuat sepatu cantik hasil rancangannya. Cindy bukan Shoes Desaigner, tapi dia sering kali membuat sepatu cantik untuk Tatiana dan orang-orang terdekatnya saja. Bahkan untuk pernikahan Tatiana pun Cindy yang membuatnya.

Cindy membuat sepatu pernikahan Tatiana dengan sangat terpaksa. Setiap memandang sepatu hasil buatannya itu selalu menambah kekesalannya, hingga membuatnya melempar salah satu dari pasangan sepatu itu jauh dari pandangan matanya. Namun sialnya sepatu itu malah mendarat cantik di kepala seseorang. Dan kepala seseorang itu ternyata adalah Patrick, seorang laki-laki tampan yang juga seorang playboy.

Rasanya masalah masih merasa enggan untuk menjauh darinya dan kesialan hidupnya terus mengikutinya. Keesokan harinya Cindy sangat terkejut karena ia terbangun di kamar hotel Patrick dan mengira kalau harta yang dimilikinya dan sangat ia jaga telah hilang dalam semalam. Cindy merasa hidupnya ada yang salah atau dirinya yang salah, membuatnya cepat-cepat ingin menghilang dari hadapan Patrick. Sampai-sampai ia mengaku dirinya bernama Ella kepada Patrick. Karena ia merasa yakin tidak akan bertemu lagi dengan Patrick.

Namun, sangat disayangkan. Ternyata takdir mereka sedang ingin bermain-main. Dan pertemuan selanjutnya membuat Cindy terus berurusan dengan Patrick. Walaupun ia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berjauhan dengan Patrick. Apalagi Patrick mempunyai hubungan dengan keluarga sepupu yang sangat dibenci Cindy. Dilain sisi, Patrick sudah terlanjur tertarik untuk mendekati Cindy. Sosok Cindy membuatnya penasaran dan terus berputar-putar dikepalanya. Membuatnya bertekat untuk bisa mendapatkan Cindy.

Apakah si Playboy Prince berhasil mendapatkan Cindy? Dan bagaimana reaksi Patrick saat mengetahui rahasia terbesar  yang disimpan oleh Cindy darinya?

Cindy and The Playboy Prince merupakan novel karya Asrtrid Zeng yang saya baca setelah AMORE: Pengantin Pengganti. Kalau di novel sebelumnya menceritakan tentang kisahnya Beatrick dan dokter tampan Nico, di Cindy and The Playboy Prince dengan balutan cover baru yang manis diceritakan tentang kisah Cindy yang hidupnya tidak pernah bahagia karena keluarga sepupunya yang telah merebut kebahagiaannya, dan cintanya yang terjebak dengan seorang playboy dari keluarga kaya yang sudah tersohor namanya, Pattrick.

Karya-karyanya Astrid Zeng hampir secara keseluruhannya sepintas hampir sama dengan kisah dongeng. Seperti novel ini dari kisah Cinderella. Namun, dalam versi kebalikannya. Cindy memang tinggal dengan mama tirinya tapi yang baik hati. Cindy tidak mempunyai saudara tiri yang jahat, tapi ia mempunyai sepupu yang menurutnya jahat. Pertemuannya dengan Pattrick, sang pangeran playboy juga sama-sama karena sepatu, hanya saja sepatu yang di temukan Patrick melayang ke atas kepalanya, bukan tergeletak di atas tangga seperti pangeran di cerita Cinderella.

Membaca Cindy and The Playboy Prince tidah butuh waktu lama bagi saya untuk menyelesaikannya dengan cepat. Karena baru membaca bagian pertama saja sudah dibuat penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Setiap tokoh yang ada di dalam novel ini mempunyai perannya masing-masing sehingga membuat novel ini lebih berwarna dan punya banyak cerita dari setiap tokohnya, walaupun tidak sedetail kisah antara Pattrick dan Cindy. Setidaknya membaca novel ini tidak membuat kita mudah bosan karena hanya difokuskan pada tokoh utamanya saja.

Diceritakan dari sudut pandang orang ketiga dari masing-masing tokohnya (Patrick dan Cindy). Membuat saya bisa memahami apa yang dirasakan oleh mereka berdua. Apalagi saat kegigihan Patrick untuk mendekati Cindy kurang membuahkan hasil. Seorang Playboy juga manusia kan, seorang Playboy juga berpikir keras untuk rencananya agar perempuan yang menjadi incarannya berada di pelukannya, sama seperti apa yang di lakukan Patrick untuk mendapatkan perhatian Cindy..

Kisah Cindy dan Patrick sangat menarik untuk diikuti. Di mulai dari konflik yang banyak tidak hanya konflik dari Cindy dan Patrick saja, tapi juga dari peran pendukungnya. Penyelesaian konfliknya juga cukup menarik, tidak terasa seperti dipaksakan. Apalagi saat muncul masalah karena kebohongan Patrick, rasanya seperti naik bianglala. Cindy dengan watak keras kepalanya, pendendam, juga egois hadir dengan sosok yang sangat memuaskan tidak di lebih-lebihkan. Awalnya saya mengira kebencian Cindy terhadap Tecla dan Tatiana seperti di kisah Cinderella, sesaat membuat saya ikutan kesal juga dengan mereka. Namun tebakan saya salah. Saya tidak menyangka awal pemicu kemarahan Cindy kepada para sepupunya hanya karena ‘itu’. Sedangkan Patrick di gambarkan dengan sosok playboy dari keluarga orang kaya. Sosok Patrick disini menurut saya sangat unik karena ada anting berlian di telinganya. Ntah apa maksud penulis dengan sosok Patrick dan anting berliannya itu.

Pertemuan antara Cindy dan Patrick sangat seru. Mulai dari tahap pendekatan yang membuat saya terus penasaran akan kelanjutannya.  Lalu adanya rahasia antara Patrick dan Cindy, yang dipicu oleh masa lalu masing-masing sehingga membuat cerita ini sangat menarik untuk diikuti.

Adegan favorit saya adalah di bagian terkahir. Di bagian ini cara penulis menceritakan suasana juga kejutannya sangat pas dan manis. Membuat saya berandai-andai jika ada seseorang yang memperlakukan saya seperti itu, so sweet.

Secara keseluruhan novel ini sangat bagus dan menarik untuk diikuti kisahnya. Bagi kalian yang suka dengan cerita cinta yang penuh warna dan konflik keluarga, maka saya rekomendasikan Cindy and The Playboy Prince untuk kalian baca. Membaca novel ini mengajari kita untuk tidak melihat seseorang itu dari luarnya saja, tapi lihatlah dari hatinya maka kita akan menemukan ketulusan seseorang disana.

Untuk Bintang-nya saya beri 4 dari 5 bintang.



No comments:

Post a Comment