Friday, 25 March 2016

Book Review | Delicious Marriage by Indah Hanaco


"Sentuhanmu menyesak luka ...."

Judul Buku : Delicious Marriage
Penulis : Indah Hanaco
Editor : Anin Patrajuangga
Desainer Kover : Chyntia Tedy
Penata Isi : Putri Widia Novita
Tahun Terbit : 2016
Cetakan Pertama : Februari 2016
Jumlah Halaman : v + 234 hlm
Penerbit : Grasindo
ISBN :978-602-375-347-5
Rating : 4.5 of 5
Harga Buku : IDR. 59.000 (di Bukupedia.com)



--------------------


Book Sinopsis :

Milly Regitha
Sangat tahu bagaimana rasanya tatkala cinta berubah menyakitkan. Terluka dan sulit memercayai orang lain, hingga bertemu seorang lelaki lancang.

Keith Bertram
Semua kisah asmara di masa lalunya mendadak tak lagi bermakna saat bertemu perempuan bermata muram itu. Dorongan tak tertahankan yang ganjil membuatnya ingin menjadi penyembuh, apa pun resikonya.
***
Milly akhirnya membuka hati saat menyadari bahwa hidup memang penuh resiko. Cinta pun bertumbuh tanpa bisa dicegah. Namun, bahkan di minggu pertama pernikahan mereka, badai mulai bergulung. Keith harus bersabar tapi Milly terlalu muak dengan orang-orang yang ingin mencampuri hidupnya. mungkinkah sentuhan cinta bisa jadi penawar untuk segalanya?

--------------------

Book Review :

Ada apa di balik Delicious Marriage?


Delicious Marriage ini menceritakan tentang bagaimana arti sebuah pernikahan yang sebenarnya, dan juga tentang kisah antara Milly yang sulit untuk mempercayai orang lain semenjak ia di khianati dan disakiti oleh orang terdekatnya, dan Keith yang terus berusaha mendekati dan meyakinkan Milily kalau dia tidak sama dengan orang yang menyakiti Milly.

Milly Regitha. Atau yang biasa di panggil Milly. Seorang Bridal Consultant di Maharani. Milly adalah sosok yang sangat sulit untuk mempercayai seseorang semenjak ia di sakiti dan di khianati oleh orang-orang yang di cintainya dimasa lalu. Sejak saat itu ia tidak pernah lagi tersenyum. Milly selalu memasang wajah datarnya ketika sedang ada orang yang ingin mendekati atau ingin berkenalan dengannya sehingga membuat orang yang ingin mendekatinya perlahan mundur. Tapi itu semua tidak berlaku kepada Keith yang gigih dan pantang menyerah untuk mendekati Milly. Terbukti dengan Keith sejak bertemu pertama kalinya dengan Milly langsung mengajaknya berkenalan dan juga dengan tidak tahu malunya langsung mengajak Milly untuk makan malam bersama  dan (*Alhamdulillah) tentu saja Milly menolaknya dan langsung pergi meninggalkan orang asing (Keith) yang mengajaknya berkenalan itu. J *ckckck…

Keith Bertram. Yang biasa di panggil dengan Keith. Mempunyai Coffe Shop yang merangkap rumahnya sendiri, Primary. Keith juga bekerja di tempat kakaknya Rachel, perusahaan yang menaungi manajemen artis, Sparkling. Keith juga dikenal Playboy karena sering menggonta-ganti pacar. Tapi semenjak bertemu dengan perempuan bermata muram keith berubah tidak pernah lagi menggonta-ganti pacarnya, malah keith disibukkan dengan strategi untuk bisa mendekati Milly dengan datang setiap hari ke Maharani.

“Aku nyaris nggak mengenalmu…”
Suara lirih milik Milly itu memberi harapan tak terduga bagi Keith. “nggak ada jaminan bahwa kenal seseorang selama bertahun-tahun akan membuatmu aman dari rasa sakit. Kau harusnya tahu itu, ‘kan?”
Miily membuka mulut, terdiam, lalu akhirnya benar-benar bersuara. “Kau benar. Ya, aku mengenal mereka selama bertahun-tahun dan tetap saja nggak bisa memprediksi kalau Adam dan Kinanti akan melakukan hal seperti itu.”
Keith meremas tangan Milly yang terasa hangat dalam genggamannya. “Aku Cuma bisa bilang, aku nggak akan pernah mengkhianatimu. Ketika aku merasa kita takkan bisa bersama lagi, aku memilih jujur ketimbang bersikap pengecut.”
………
“Aku nggak tertarik untuk pacaran, Keith,” Milly akhirnya membuka mulut. Keith bisa merasakan suhu tubuhnya mendadak turun beberapa derajat celcius. Penolakan kesekian. “Aku mungkin langsung menikah kalau merasa sudah menemukan seseorang yang cocok. Pengalaman mengajarkanku, mencintai dan bersama seseorang berarti melakukan penyesuaian dan kerja keras seumur hidup. Cinta saja nggak cukup. Saling menghormati dan memegang komitmen itu luar biasa penting. Cinta bisa hilang atau tumbuh perlahan.” (hlm. 43-44)

Kadang hidup ini membutuhkan sosok pengalaman untuk menjadikan kita lebih dewasa dalam membuat suatu keputusan yang bijak untuk masa depan kita sendiri. Seperti yang dialami oleh Milly ketika niatnya tidak ingin pacaran tapi langsung menikah. Dan tentu saja membuat Keith langsung drop kecewa atas penolakan Milly untuk yang kesekian kalinya. Apakah Keith langsung menyerah begitu saja ketika Milly menolaknya ‘lagi? Apa usaha Keith selanjutnya untuk bisa meyakinkan Milly atas niatnya? Apakah Milly akan luluh dengan usaha Keith yang tidak menyerah itu? Apakah Milly akan mempercayai Keith, kalau Keith bukanlah orang seperti masa lalunya yang tega mengkhianati cintanya?

Kisah yang sangat menguras banyak emosi pembaca (*Khususnya saya J). Di tiap-tiap sudut kisahnya saya merasakan kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, kesal dan marah akan alur ceritanya yang diperankan oleh tiap-tiap tokoh yang ada di dalam novel ini.

“Apa yang menarik dari pekerjaanmu sebagai Bridal Consultant, Milly?” tanya Ethan penuh rasa ingin tahu. “Aku belum pernah bertemu perempuan dengan pekerjaan sepertimu.”
Milly membayangkan hari-hari yang dilaluinya selama nyaris lima tahun terakhir ini di Maharani. “Apa ya, hmmm… Aku agak susuah mengungkapkannya. Yang jelas, ketika ada perempuan yang menemukan gaun idamannya, rasanya luar biasa. Apalagi jika kemudian mereka member rekomendasi kepada teman atau kenalannya. Orang-orang yang merasa puas karena pelayanan yang kuberikan, benar-benar membuat bahagia.”
“Wow! Kau benar-benar mengejutkanku. Maksudku, hal yang bagi sebagian orang bukan sesuatu yang istemewa, tapi malah mampu menyebabkanmu bahagia.”
Milly mengangguk. “Bahagia memang kadang sederhana, tapi bisa saja sebaliknya. Mungkin ada semacam level bahagia, ya?”Perempuan itu tergelak.
“Ya, aku setuju.” Ethan menyetujui tanpa terduga. (hlm. 190)

Saya baru menyadari kalau menjadi seorang Bridal Consultant itu sangatlah menyenangkan. Bisa membuat orang lain puas dan senang karena pilihan kita. Dan juga bisa membuat kita banyak belajar akan makna dari suatu pernikahan itu sendiri.

Saya menyukai semua karakter yang ada di novel ini, dari Keith dan Milly  yang mampu mempertahankan keutuhan pernikahan mereka walau banyak orang disekitarnya yang mencampuri urusan hidup mereka dan Rachel yang notebennya adalah kakak kandungnya Keith tidak memberi restu atas pernikahan mereka dan mecoba untuk membuat mereka bertengkar dan salah paham karena masa lalu masing-masing. Philip dan Rafe walaupun memiliki sifat yang sangat menyebalkan dan suka menggoda Keith tapi mereka merupakan sosok sahabat yang selalu mendukung dan memberi respon positif terhadap keputusan yang diambil oleh Keith, dan tetap membela Milly dan menyalahkan Keith karena melarikan diri dari masalah bukannya malah menyelesaikan masalah. Keke (sahabat baiknya Milly) berteman tanpa memandang siapa Milly. Walaupun karena kesalahan kakaknya di masa lalu, Keke tetap membela Milly dan mendukungnya, apalagi ketika Keith datang kepadanya karena Milli. Keke malah memberi semangat kepada Keith untuk lebih bersabar menghadapi sifat keras kepalanya Milly jangan pernah menyerah untuk mendapatkan Milly. Janna (Adik kandungnya Milly) sosok yang selalu mendukung keputusannya walaupun janna harus diam-diam menemui Milly karena Ibu melarangnya untuk menjumpai kakak kandungnya sendiri, akibat dari keputusan Milly di masa lalu. (Rasanya perfect banget kalau punya orang-orang seperti Philip, Rafe, Keke, dan Janna di sekitar kita J)

Dan untuk karakter yang tidak saya sukai adalah Rachel. Membuat saya bertanya-tanya, adakah sosok nyata Rachel di kehidupan kita ini?. Rasanya mustahil banget, tapi ntahlah mungkin ada juga. Dan satu lagi, kenapa permasalahan antara Milly-Keith-Rachel tidak terselesaikan? Seperti Ibunya Milly dan Milly.

Bacaan yang sangat aku sukai di dalam novel ini adalah ketika Rafe dan Philip selalu menggoda Keith dan Milly tentang julukan yang diberikan Milly kepada Keith yaitu Dewa Seks dan eksperimen mereka (hahahaha rasanya pengin ketawa keras-keras). Banyak bacaan-bacaan lucu yang ada di dalam novel ini, sehingga membuat saya sangat terhibur ketika membacanya. Pembaca tidak hanya disuguhi dengan emosi-emosi yang dibawa oleh tiap tokohnya, tapi juga ada hiburan tersendiri yang membuat pembaca sangat menikmati bacaan novel ini.

Penyajian ceritanya sangat membuat saya penasaran dan selalu bertanya-tanya akan apa yang terjadi selanjutnya. Banyak tersimpan misteri. Seperti di akhir bab satu, bukan hanya Keith saja yang terkejut dengan kata-kata Keke. Saya juga sangat terkejut dengan pengakuan Keke tersebut. Dari situ saya sudah mulai mengambil satu kesimpulan kalau cerita ini penuh dengan hal-hal yang tak terduga dan sangat mengejutkan. Terbukti ketika Milly menghadiri resepsi pernikahan sahabatnya, Keke. Hal-hal yang tak terduga lainnya perlahan-lahan muncul ke permukaan. Dan membuat pembaca tahu di balik sikap Milly yang susah mempercayai orang lain.

Jujur ketika saya sudah sampai membaca di puncaknya konflik dan kesalahpahaman yang terjadi antara Keith dan Milly, saya sempat melirik sedikit-sedikit ke halaman terakhir hehehe *Efek dari ketidaksabaran saya J. Di bagian ini saya tidak tahu harus menyalahkan siapa, karena menurut saya dua-duanya salah. Karena tidak mau mendengarkan satu sama lainnya, dan kurangnya kepercayaan diantara Keith dan Milly.

Saya suka dengan covernya, dan ingin sekali berkomentar tentang covernya. tapi saya tidak tahu harus berkomentar seperti apa. Karena saya sendiri tidak paham makna di balik gambar covernya ini. Dengan bagian atasnya diwarnai hitam tetapi bunganya segar sedangkan untuk bawahnya warnanya terang tapi bunganya berjatuhan seperti sudah layu gitu.  (saya sudah berusaha keras untuk mengaitkan jalan cerita dengan covernya, tapi hasilnya nol persen L pikiran saya lagi buntu). Mungkin ada pembaca Delicious Marriage yang lain, yang paham tentang covernya, tolong bantu saya. (hehehe J).

Delicious Marriage ini tidak hanya menceritakan tentang perjuangan Keith untuk mendapatkan Milly dan tentang pernikahan mereka dan tidak juga hanya sekadar menceritakan kisah percintaan dan lika-liku yang ada di antara mereka saja. Tetapi juga banyak penyampaian pesan-pesan melalui bacaan di dalam novel ini. Dari pentingnya persahabatan, kepercayaan, kesabaran, juga komitmen dalam menghadapi permasalahan yang timbul dalam kehidupan kita sehari-hari.
Seperti di dalam suatu pernikahan tidak hanya keromantisan yang harus kita bentuk, tapi juga saling mempercayai antar pasangan itulah kunci utama dalam suatu pernikahan. Dan ketika ada masalah jangan melarikan diri dari masalah tapi hadapi dan selesaikan bersama. Dan harus banyak-banyak bersabar ketika ada keluarga kita yang tidak merestui pernikahan yang kita jalankan dan malah ingin menghancurkan dan memisahkan kita dari pasangan kita sendiri.

Oiyaaa.. hampir dilupakan. Indah Hanaco ini merupakan penulis kedua setelah Ilana Tan yang membuat saya langsung jatuh cinta dengan karyanya (nggak nyesal karena udah ngorek tabungan demi dua novel mbak Indah, semoga karya yang lainnya bisa nyusul J). Dan untuk Delicious Marriage adalah buku pertama yang saya baca untuk karyanya mbak Indah dan langsung membuat saya jatuh cinta dan penasaran dengan buku-buku mbak Indah lainnya. Pasti nggak kalah seru dari Delicious Marriage ini.

Untuk kalian yang mempunyai hobi membaca aku rekomendasikan banget cerita ini untuk kalian baca selanjutnya. W.A.J.I.B * menurut saya J.

Kutipan favorite:


*”Jadi, kenapa saya nggak mengambil kesempatan terbaik yang bisa ditemukan? Nggak ada jaminan saya akan berhasil kalau menikahi mantan pacar itu. Begitu juga yang sekarang. Yang penting, saya bahagia. Saat ini saya nggak merasakan ganjalan apa pun. Saya percaya, niat baik akan membuat langkah lebih ringan. Saya berserah pada Tuhan.” (hlm. 43)

*”Kadang kita terlalu takut dengan resiko. Padahal, apa sih yang nggak ada risikonya di dunia ini?makan pun tetap nggak bisa bebas dari risiko. Kita bisa tersedak atau menggigit lidah karena terlalu bersemangat saat mengunyah. Yang penting, jangan lupa bahagia.” (hlm. 55)

*Aku tidak suka dengan penyesalan. Karena itu hanyalah kesia-siaan. Tidak ada yang bisa di lakukan manusia untuk mengubah hal-hal yang sudah terjadi. Pilihan Cuma satu, melanjutkan hidup. Menjadi bahagia atau menderita, pilihan ada di tanganmu. (hlm. 68)


*”Kenapa nggak? Menyukai seseorang, memujanya diam-diam, nggak butuh alasan. Perasaan adalah sesuatu yang nggak bisa di kendalikan. Begitu juga dengan menjadikan seseorang sebagai standar untuk menilai orang lain.” (hlm. 189)



No comments:

Post a Comment