Saturday, 13 February 2016

Book Review | Coupl(ov)e by Rhein Fathia

Holaa
Pada ngapain ni?
Kalau aku lagi coba-coba untuk buat Book Review, heheh. Sebelumnya aku uda buat juga cuma judul postingannya Review Novel, dan reviewnya pun cuma ala kadarnya aja. Harap dimaklum yaa, karena aku masih peemula dan amatiran banget dalam menulis. ;)

Dan kali ini yang jadi korban Book Reviewnya aku adalah karyanya mbak Rhein Fathia-Coupl(ov)e. Semoga pada suka yaaa dengan Book Reviewnya aku.

***
"Bersamamu karena terbiasa atau mencinta?"


Judul Buku : Coul(ov)e
Penulis : Rhein Fathia
Penerbit : Bentang Pustaka
Penyunting : Noni Rosliyani
Perancang Sampul : Joko Supomo
Pemeriksa Aksara : Kamus Tamar & Pritameani
Penata Aksara : BASBAK_Binangkit
Ilustrasi Sampul : Shutterstock
Tahun Terbit : 2013
Cetakan Pertama : Februari 2013
Jumlah Halaman : xii + 388 hlm
Distributor : Mizan Media Utama
ISBN : 978-602-7888-12-8
(Beli di BukuKita.com)

Book Sinopsis :

Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan 
"Selamat Menempuh Hidup Baru"?
Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.


Perjanjian konyol itu merusak semua cita dan anganku. Sungguh, tak pernah aku bermimpi akan bersanding denganmu di pelaminan. Ditambah lagi menghabiskan hidup hingga tua bersamamu.

Bagiku, kau tidak lebih dari sekadar sahabat yang sangat baik, yang setia menjadi pendengar kisah suka dukaku, yang punya bahu kuat untuk kusandarkan kepalaku dengan mata sembap karena tangis, dan yang selalu menjadi penyemangat untukku jalani hidup.

Haruskah aku seorang Halya menyerah pada fakta? Seperti katamu, sahabatku Raka .... Komitmen itu seharusnya dipertahankan, bukan dilepaskan. Tapi yakinkah juga dirimu, kita akan sanggup bertahan?

***
Let's Go To Review...

Cerita tentang sosok dua anak manusia yang terlibat dalam persahabatan dan perjanjian konyol dimasa SMA. Mungkin bagi kalian pembaca novel hubungan persahabatan menjadi kekasih itu biasa. Tapi bagaimana dengan hubungan persahabatan kemudian menikah tanpa adanya rasanya cinta diantara keduanya?.

Yupp Coupl(ov)e Rhein Fathia ini berkisah tentang Raka-Halya yang menjalin persahabatan mereka dari kelas 2 SMA hingga tak pernah terpisahkan bahkan hingga mereka mempunyai pasangan masing-masingpun persahabatan mereka tetap terjalin seperti biasanya.

Di usia mereka yang ke tiga puluh dengan kondisi mereka yang sama-sama belum mempunyai kekasih dan sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Raka memutuskan untuk melamar Halya dan mengingat juga Raka pernah berjanji kepada Halya jika mereka akan menikah diusia tiga puluh apabila mereka sama-sama belum mempunyai kekasih. Dan Halya menyetujuinya.

Di awal pernikahan, mereka sama-sama merasakan perasaan canggung satu sama lain. Gimana tidak canggung? Sahabat terbaikmu menjadi sosok sahabat sekaligus suamimu sendiri (Nggak terbayang deh kalau itu terjadi pada hidupku). Tetapi mereka sepakat untuk menjaga privasi masing-masing. 

Seiring berjalannya waktu, pernikahan mereka sudah tampak seperti pernikahan normal. Mereka sama-sama berusaha untuk menjaga keutuhan pernikahan hingga tiba saatnya mereka saling jatuh cinta dan melakukan aktivitas suami-istri seperti seharusnya. Tapi siapa yang tau dibalik usaha mereka tiba-tiba masa lalu dari Raka, Rina kembali mengusik kehidupan pernikahan mereka. Hingga membuat Raka bimbang akan perasaannya terhadap Rina cinta pertama dimasa lalunya dan Halya sahabat sekaligus istri untuk masa depannya. Istri yang di pilihnya. Dan juga Halya yang masih dibayangi oleh sosok Gilang cowok dimasa lalunya yang belum bisa halya lupakan.
Sehingga membuat mereka sama-sama salah paham terhadap apa yang sedang terjadi dengan melibatkan masa lalu mereka masing-masing. 

Sebagai pembaca yang budiman, aku suka banget dengan alur cerita yang ada di coul(ov)e ini. Ini novel  Favorite aku banget. 

Disini aku nggak suka banget dengan sosok Rina, memang sih diawal-awal Rina nggak bersalah juga cuma karena keadaan dan ketidakjujuranlah yang membuat Rina menghilang di kehidupannya Raka. Lalu tiba-tiba dia muncul lagi dikehidupan Raka-Halya yang sudah menikah dimana kondisi dulu dan sekarang itu telah berbeda diantara mereka. Yang membuat Raka sama Halya salah paham terhadap perasaan mereka dan keutuhan pernikahannya. Tapi tetap aja menurut aku yang salah tu si Rina. Coba dia nggak muncul pasti lancar-lancar aja tuh.

Dan juga sosok Gilang yang masih membayangi isi hati dan kepalanya Halya. Tapi penulis memang T.O.P banget membuat jalan ceritanya. Kita disuruh bolak-balik antara masa lalu mereka, apa yang teradi dengan masa lalu mereka. Sehingga sempat aku faham dengan kondisinya Rina, dan membuat aku juga kasihan dengannya di satu pihak.

Novel ini menjadi favorite banget, nggak akan bosan kalau dibacanya berulang-ulang. Alur cerita yang dibuat penulisnya bagus ngaliiir gitu aja, tersusun rapi nggak berrputar-putar. Setiap kisahnya membuat kita bertanya-bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Di cerita ini aku suka dengan sosok Raka-Halya dan cara persahabatan mereka. Walaupun aku nggak yakin ada apa nggak hubungan persahabatan seperti mereka yang terlalu dekat. Dan di awal-awal pernikahan mereka yang berusaha untuk menjaga keutuhan pernikahan dan komitmen mereka dalam menjalani hubungan mereka.

Dan untuk sosok Gilman aku suka dengan karakternya. Tapi apa tidak berlebihan kalau sifatnya agak terlalu sangat baik. Apalagi saat pandangannya melihat keakraban persahabatan antara halya dan raka.

Baca novel ini membuat aku campur aduk, ada senang, sedih, kesal, dan juga menggemaskan dengan hubungan mereka. Apalagi di akhir-akhir cerita, dimana Raka yang terlalu mellow sehingga membuat ia terjebak kembali dengan masa lalunya Rina. Dan Halya yang terlalu baik hati sehingga ia membiarkan dan mendiamkan aja kelakuan raka yang selalu bertemu rina di luar.

Novel ini menurut aku tidak hanya sekadar memuat cerita romance pernikahan, tapi juga ada pesan-pesan yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca yang ingin menikah maupun yang sudah menikah. Seperti ketika seseorang telah menikah tingkatkan berkomunikasi dengan pasangan karena itu bisa membuat pasangan saling mengerti satu sama lain. Saling terbuka terhadap perasaan masing-masing agar suatu saat tidak terjadi kesalahpahaman.

Secara keseluruhan novel ini sudah bagus. Dari sampulnya yang sederhana. Cuma lembarannya ntah karena punya aku aja atau ada yang lain kayak aku, Ketika aku membaca ulang lagi novelnya ada beberapa halaman tulisannya itu sedikit memudar, padahal sewaktu pertama kali aku baca tulisannya bagus nggak ada yang hilang ataupun memudar. Malah sekarang memudarnya, takutnya ntar lama-lama tulisannya hilang pula semuanya. heheh.. Umur novel aku ini kira-kira udah 8 bulan kurang lebihnya.
Oke tinggalkan masalah tulisan.

Ada beberapa kutipan atau kata-kata yang aku sukai di novel ini.
1. Aku suka banget dengan harapan Halya tentang menjadi seorang penulis. Karena aku juga ingin seperti Halya. "Aku pengin terus nulis. Buat novel yang di baca banyak orang, bestseller. ... Rasanya selalu ada kepuasan ketika melihat orang lain bisa tersentuh dan mengambil makna dari karya yang kubuat". (Hlm. 123)

2. Percakapan Halya dan Gilang tentang Kalung Bintang. Bintang ini menjadi simbol kami tentang seorang mimpi. Bintang dan mimpi sama-sama indah dan berada ditempat tinggi. Kamu tahu apa yang bisa membuat seseorang menjadi istimewa dalam hidupnya?. Kamu, mimpi dan semua usahamu dalam meraih mimpi-mimpi itu". (Hlm. 155)

3. "Cinta itu seperti rasa kopi. Banyak jenis dan ragamnya. Kopi banyak variasi, seperti Cappucino dengan tambahan krim, susu, & coklat. Atau kopi Latte dan Macchiato yang punya takaran susu berbeda. ... Begitu juag cinta. Ada orang yang mencintai karena parasnya yang cantik, senyumnya ... dan kebiasaan unik si kekasih ..." (Hlm. 191)

4. Masih dengan percakapan Halya dan Gilang. "Jika aku memberimu sebuah cincin, hanya diriku yang bisa mengikat dan merasakan lembutnya jemarimu. ... Makanya, aku buatkan gelang kaki ini sebagai simbol. Semoga kamu bisa menjadi jalan surga bagi anak-anakku nanti. Bukankah surga berada di telapak kaki ibu?" (Hlm. 220)

Ada yang bilang menikah itu tidak mudah, akan penuh dengan masalah. Dari masalah kecil seperti kebiasaan berbeda antara suami dan istri, sampai masalah besar menyangkut keuangan dan materi. Ada juga yang pernah berkata, menikah itu tidak susah. Mencari pasangan yang tepat, itu yang tidak mudah. Atau, menjadi sosok pasangan yang tepat ternyata lebih sulit?. (Hlm. 238)

Rating : 4 of 5


No comments:

Post a Comment